Korban Kecelakaan di NTB Didominasi Anak Sekolah

Selong (Suara NTB) – Kepala Jasa Raharja Kantor Cabang NTB, Dr. H. Supriadi, SH,MM, menyebut jika ratusan nyawa melayang di jalan raya dalam hitungan per tahun khususnya di NTB. Tercatat hingga September 2016, sebanyak 408 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

‘’Dari jumlah itu, kecelakaan lalu lintas sampai saat ini didominasi oleh anak usia sekolah,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi usai launching  operasional Samsat Drive Thru Paokmotong, Kamis, 27 Oktober 2016.

Iklan

Jumlah ini seperti tahun-tahun sebelumnya, terus mengalami peningkatan hingga mencapai 500 nyawa melayang setiap tahunnya di NTB. Akan tetapi, banyaknya kejadian lalu lintas yang menyebabkan pengendara ataupun masyarakat meninggal ataupun mengalami luka berat dan ringan tidak dibarengi dengan pengetahuan masyarakat terkait keberadaan dan peran Jasa Raharja.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat aktif membuka dan memahami rincian pembayaran ketika melakukan pembayaran pajak di kantor Samsat. Misalnya dalam notice pajak pada STNK di sana sudah dicantumkan pembayaran Jasa Raharja. Untuk sepeda motor itu dipungut sebesar Rp 35 ribu. Tujuannya untuk membayar sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLJ) yang manfaatnya untuk melindungi pihak ketiga.

Kendati demikian, sebelum kecelakaan itu terjadi yang selalu datang secara tiba-tiba, ia mengimbau kepada masyarakat apabila menggunakan moda transportasi roda dua ataupun roda empat, sebelum kendaraan dijalankan sebaiknya dicek terlebih dahulu mengenai kelaikan kendaraan untuk waspada terhadap diri sendiri dan waspada terhadap orang lain, karena datangnya musibah itu diluar kemampuan manusia.  “Setiap tahun Jasa Raharja memberikan santunan setiap tahun sebesar Rp 21 miliar untuk korban kecelakaan lalu lintas yang ada di Provinsi NTB baik yang luka-luka maupun meninggal dunia,” sebutnya. (yon)