Korban Kebakaran di Panggi Mulai Diserang Penyakit

0
Aktivitas Abdurrahman, salah seorang korban kebakaran rumah di Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda Kota Bima, Sabtu, 20 Agustus 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Puluhan korban kebakaran rumah di Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda Kota Bima, mulai diserang sejumlah penyakit, seperti batuk dan gatal-gatal. Dinginnya suhu malam hari di tenda pengungsian membuat daya tahan tubuh mereka menurun. Apalagi dengan minimnya bantuan vitamin dan obat-obatan dari instansi terkait.

Salah seorang korban, Abdurrahman kepada Suara NTB mengaku, kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis 12 Agustus lalu memaksanya harus tinggal di tenda pengungsian. Pasalnya, rumah beserta isinya tak ada yang bisa diselamatkan. “Terpaksa tinggal di tenda darurat karena rumah sudah hangus semua,” cetusnya.

IKLAN

Selama berada di tenda pengusian bersama anak dan istri serta puluhan jiwa korban kebakaran lainnya. Abdurrahman mengaku, kebutuhan logistik sudah cukup terpenuhi. Hanya saja, terbukanya tenda pengungsian serta dinginnya suhu malam hari membuat para korban mulai mengidap gejala penyakit, seperti batuk dan gatal-gatal.

Menurutnya, secara kasat mata kondisi fisik para korban memang terlihat bugar, tetapi ketika diperiksa besar kemungkinan mengidap penyakit. Untuk itu, ia berharap instansi terkait bisa melihat langsung kondisi terkini para pengunsi, minimal memberi bantuan vitamin dan obat-obatan. “Kalau untuk makan minum masih aman. Kalau vitamin dan obat-obatan ndak ada sama sekali, ini yang kami butuhkan juga,” ujarnya.

Disamping pemeriksaan kondisi kesehatan dan bantuan obat-obatan, tak kalah penting menjadi harapannya saat ini ialah kepastian soal pembangunan rumah bagi para korban. Karena untuk mengandalkan biaya sendiri dirasa sulit, apalagi profesinya hanya sebatas menjadi buruh serabutan.

Pantau Suara NTB di lapangan, lokasi pengungsian tampak lengang karena para korban sudah beranjak ke rumah keluarga dan kerabat terdekat untuk mandi dan sarapan. Pun beberapa anak korban kebakaran sudah berangkat sekolah. (jun)