Korban Kapal Tenggelam dari Loteng Dipulangkan

Praya (Suara NTB) – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal memulangkan seluruh TKI korban kapal tenggelam yang berasal dari Loteng. Baik itu korban tewas maupun yang selamat. Demikian disampaikan Kabid Tenaga Kerja Disostektrans Loteng, H. Masrun, kepada Suara NTB, Kamis, 3 November 2016.

Saat ini pihaknya sudah mengirim tim khusus untuk membantu mengindentifikasi para korban. Khususnya korban yang berasal dari Loteng. Untuk selanjutnya, akan mengawal kepulangan para korban tersebut sampai ke kampung halamannya masing-masing.

Iklan

“Besok (hari ini, red) seluruh korban kapal tenggelam asal Loteng kita pulang. Untuk itu, sudah ada petugas khusus yang kita kirim ke Batam,” ungkapnya.

Korban akan dibawa pulang menggunakan pesawat. Ambulans untuk mengantar korban ke rumah masing-masing sudah disiapkan pemerintah daerah. “Ambulan yang disiapkan diupayakan sebanyak korban meningggal,” sebutnya.

Untuk data korban sendiri, Masrun mengaku pihaknya masih belum mendapat informasi yang pasti. Karena masih menunggu laporan tim yang dikirim ke Batam. Hanya saja, kalau dari informasi awal yang diterima jumlah korban tewas asal Loteng sebanyak lima orang. Sementara korban selamat sebanyak 10 orang.

Ada kemungkinan jumlah korbannya bertambah. Mengingat, masih ada beberapa korban yang katanya belum terindentifikasi. Korban tewas ada yang berasal dari Desa Mantang dan Janapria. Kabarnya, korban tewas yang berasal dari Mantang merupakan satu keluarga.

“Sementara kita belum bisa mengungkap data korban secara resmi. Karena kita masih menunggu data resmi dari pihak berwenang di Batam. Baik identitas maupun asal korban,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, para TKI korban kapal tenggalam tersebut rata-rata berangkat ke Malaysia melalui jalur ilegal. Sehingga tidak terdata di data yang ada di Disostektrans Loteng. Berbeda jika TKI yang bersangkutan berangkat melalui jalur resmi, pasti terdata dengan jelas.

  Tinggi, Animo Warga Mataram Jadi TKI

“Biasanya kalau TKI resmi baik pulang maupun berangkatnya, pasti melalui udara. Tidak melalui darat. Jadi kalau ada TKI yang pulang menggunakan kapal atau speedboat, itu bisa jadi pertanda kalau TKI tersebut berangkata secara ilegal,” tegasnya.

Pemkab Lobar Berkoordinasi

Pemda Lombok Barat melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) terus melakukan koordinasi dengan Pemprov NTB dan dan Pemerintah Pusat untuk melacak kebenaran adanya warga Lobar yang menjadi korban kecelakaan kapal tersebut. Saat diwawancarai, Dinas terkait belum memperoleh informasi resmi baik dari Pemprov dan pusat terkait kebenaran warga Lobar bernama Ahmad Zakaria (28) yang menjadi korban insiden naas tersebut

Kabid Pelatihan dan Penempatan, Hj. Baiq Suhaini yang dikonfirmasi wartawan kemarin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pemprov dalam hal ini Disnakertrans setempat. Informasi yang diperoleh dari Pemprov, sejauh ini terkait korban kapal pengangkut TKI yang tenggelam di Batam belum teridentifikasi.

“Kami sudah koordinasi dengan provinsi, sejauh ini belum teridentifikasi. Kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat dan provinsi.  Terkait peristiwa kapal tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau,” jelas Suhaini.

Ditanya perihal nama korban yang diduga berasal dari Lobar Ahmad Zakaria (28), ia mengaku belum berani memastikan sebab sejauh ini pihak Pemprov sendiri belum memperoleh laporan resmi terkait para korban. Termasuk ketika ditanya korban yang selamat atas nama Jumitri, pihaknya juga belum mengetahui pasti. Ia mengaku, terkait identitas korban ini juga belum ada informasi dari pemprov.  Langkah pihaknya saat ini, pihaknya perlu menunggu pemberitahuan resmi.

Sementara itu, Kasi Penempatan dan Bursa Kerja Disosnakertrans Lobar Halid SH menambahkan pihak dinas sejauh ini belum mengetahui pasti soal korban insiden kapal tenggelam tersebut. ”Informasi validnya kita masih tunggu,belum tahu juga jumlah pastinya (korban asal Lobar),” terangnya, ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 3 November 2016. (kir/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here