Korban Hilang di Gili Balu Ditemukan

Nampak jenazah korban tenggelam di Gili Balu, Desa Poto Tano saat ditemukan oleh tim pencarian di Pantai Batu Putih.(Suara NTB/ist BPBD KSB)

Taliwang (Suara NTB) – Aparat gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD dan Polres berhasil menemukan korban tenggelam di Gili Balu, Desa Poto Tano setelah dilaporkan hilang sejak dua hari yang lalu. Korban yang diketahui bernama Burhanuddin (50) tersebut, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan kondisi jenazah yang sudah terdampar di pantai sekitar pukul 16.40 Wita tidak jauh dari lokasi korban dinyatakan hilang.

Kepala Pelaksana BPBD KSB kepada Suara NTB melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Hendra Adiwinata S.Pd Rabu, 26 Februari 2020 membenarkan telah ditemukannya jenazah korban yang terseret gelombang tinggi saat mencari ikan di Gili Balu terhitung dua hari lalu.

Iklan

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi yang dilaporkan hilang dengan kondisi jenazah yang sudah terdampar di pantai dan sudah mulai mengeluarkan bau. Pada saat ditemukan celana yang digunakan korban saat mencari ikan tidak mengalami kerusakan hanya kondisi fisiknya saja yang berubah dan sudah mulai mengeluarkan bau menyengat.

Hal ini terjadi lantaran korban sudah terdampar selama satu hari yang lalu dan baru ditemukan oleh aparat gabungan di hari kedua pencariannya. Para petugas pencarian juga sempat putus asa karena sejak pencarian di hari pertama hingga hari tidak memberikan tanda adanya jenazah korban. Tetapi setelah dilakukan penyisiran dan dibantu warga sekitar akhirnya jenazah korban bisa ditemukan.

“Korban sudah kita temukan tidak jauh dari lokasi saat korban dilaporkan hilang terseret ombak. Korban juga sudah kita serahkan ke keluarganya untuk bisa dimakamkan secara layak,” ungkapnya.

Dikatakannya, proses pencairan korban yang hilang tersebut melibatkan puluhan personel gabungan bersama dengan masyarakat desa setempat. Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dibawa ke RSUD Asy Syifa untuk dilakukan visum luar saja.

Sementara untuk proses autopsi lebih lanjut dari pihak keluarga tidak bersedia. Karena kematian korban murni karena kecelakaan laut tidak ada unsur yang lainnya. Hanya saja pihak keluarga meminta supaya jenazah bisa disalatkan terlebih dahulu di RSUD Asy-Syifa sebelum dimakamkan di pemakaman umum dese setempat.

Kejadian ini juga harus dijadikan pelajaran bagi warga yang beraktivitas di laut untuk bisa lebih hati-hati dan memantau kondisi yang ada. Hal ini dilakukan supaya tidak ada lagi kejadian yang sama, belum lagi saat ini gelombang tinggi di beberapa wilayah diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan. Jika tidak waspada dan berhati-hati maka kejadian seperti juga akan terus terjadi.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi karena kejadian tersebut murni kecelakaan dan kita tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada pada saat berada di laut, karena kondisi saat ini gelombangnya masih sangat tinggi. Bila perlu hindari berada di laut untuk saat ini supaya tidak ada lagi kejadian yang sama,” pungkasnya. (ils)