Korban Gigitan Anjing Rabies Bertambah Tiap Bulan

Rahmat. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Korban gigitan anjing rabies di Kabupaten Dompu, terus bertambah. Untuk dua bulan terakhir ini saja (September-Oktober) 2020, tercatat 29 orang. Mereka tersebar dienam kecamatan kecuali Huu dan Manggelewa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes Dompu, Rahmat, Skm., kepada Suara NTB di kantornya, Selasa, 20 Oktober 2020 menyampaikan, kasus gigitan hewan pembawa rabies masih terus terjadi, bahkan tetap ditemukan tiap bulannya. “Tiap bulan ini pasti ada penambahan korban gigitan,” terangnya.

Iklan

Data 29 orang korban gigitan tersebut, diketahui berdasarkan jumlah pasien yang telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) oleh tim medis puskesmas.

Untuk delapan orang korban di Bulan Oktober ini saja, lanjut dia, rinciannya tersebar di wilayah kerja Puskesmas Dompu dan Ranggo dengan masing-masing 1 orang, Puskesmas Dompu Barat 2 orang, Puskesmas Kempo 2 orang. Sementara ditiap Puskesmas Kilo dan Calabai tercatat 1 orang. “Semua orang ini datang ke sarana kesehatan dan sudah mendapatkan vaksin anti rabies,” tegasnya.

Bertambahnya korban gigitan tiap bulan mengidikasikan bahwa HPR belum tereliminasi atau tervaksinasi maksimal di lapangan. Karenanya, selain mengharapkan kerja keras instansi teknis seperti Disnakeswan, masyarakat serta Pemerintah Desa/Kelurahan harus kembali aktif menekan keberadaan HPR. Terutama menjelang masa tanam jagung akhir tahun ini.

Terkait data keseluruhan korban gigitan anjing rabies, Rahmat menyebutkan, semenjak ditetapkannya status KLB pada Januari 2019 lalu, tercatat 2.268 orang korban. Namun beruntung tak ada penambahan korban meninggal dunia. “Korban meninggal ndak ada tambahan, masih 15 orang. Intinya masyarakat mau ke sarana kesehatan, Insya Allah pasti sembuh,” pungkasnya. (jun)