Korban Gempa Kesulitan Logistik, BPBD Distribusikan 145 Ton Beras

Beras dikeluarkan dari gudang Badan Ketahanan Pangan untuk dikirim ke korban gempa di tujuh kabupaten dan kota. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kondisi korban terdampak gempa di Pulau Lombok dan Sumbawa belum membaik meski sudah melewati fase tanggap darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan stok beras 145 ton dari gudang dan dikirim ke korban bencana di tujuh daerah.

‘’Informasi yang kami dapat, korban bancana memang agak kesulitan logistik. Itu jadi alasan kita keluarkan stok beras untuk mereka,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja Jumat, 28 Desember 2018.

Iklan

Dengan droping beras itu, setidaknya diharapkan membantu meringankan beban masyarakat, khususnya yang masih bertahan di pengungsian.

Proses distribusi dilakukan sejak Senin lalu. Diantaranya diperuntukkan ke Lombok Barat 12 ton, Mataram 5 ton, Lombok Tengah 7,5 ton, Lombok Timur 25 ton, Lombok Utara 65 ton, Sumbawa Barat 10 ton dan Sumbawa 15 ton.

‘’Kami juga sisakan 5,9 ton untuk persediaan di gudang logistik BPBD NTB,’’ ujarnya.

Beras itu diakuinya bersumber dari Badan Ketahanan Pangan yang dikeluarkan dari gudang untuk para korban terdampak gempa. Tentu saja jumlah 145 ton diakuinya tidak cukup jika dibanding jumlah terdampak gempa.

Dicontohkan, jumlah korban terdampak di Lombok Barat mencapai 72.222 dan Lombok Utara  49.853 KK berdasarkan jumlah penerima bantuan Huntap. Jika dibagi rata tetap saja tidak cukup. Sehingga ia meminta bantuan BPBD masing masing daerah, koordinasi dengan apparat kecamatan hingga ke tingkat desa. Bantuan sifatnya skala prioritas. Dikhususkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. (ars)