Korban Gempa di Lobar Madih Tinggal di Bawah Tenda Terpal

Korban gempa di Desa Dopang Gunungsari yang masih tinggal di bawah tenda terpal. Mereka mengharapkan pemerintah segera merealisasikan pembangunan huntap. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tujuh bulan sudah gempa yang mengguncang Pulau Lombok pertengahan 2018 lalu. Meski sudah berlalu 7 bulan, banyak korban gempa yang masih tinggal di bawah tenda. Mereka masih terus menunggu hunian tetap (huntap) yang dijanjikan pemerintah selesai dibangun.

Desa  Dopang Kecamatan Gunungsari Lombok Barat (Lobar), misalnya. Di desa itu, tak ada satupun rumah korban gempa yang mulai terbangun. Ratusan korban gempa di wilayah itu pun terpaksa masih tinggal di tenda-tenda dengan kondisi memprihatinkan. Sebab semenjak 7 bulan lebih pascagempa mereka mendiami tenda tersebut, sehingga tenda yang rata-rata terbuat dari terpal pun lapuk.

Iklan

Di satu sisi, warga setempat mengeluh dipersulit dalam pengurusan adiministrasi persyaratan pencairan bantuan. Pasalnya, hampir sebulan mereka menerima buku tabungan dan melengkapi syarat, namun  masih terkendala syarat pencairan dari bawah. “Karena 7 bulan lebih kita tinggal ditenda, terpal lapuk dan rusak. Kalau hujan air masuk,” tutur salah satu warga pada Suara NTB, Kamis,  22 Februari 2019.

Warga pun dengan swadaya sendiri mengganti terpal, karena khawatir ketika hujan air masuk. Diakui sejauh ini belum ada bantuan dari pemda untuk rumah sementara, warga jelas dia sangat berharap ada bantuan huntara. Di satu sisi warga sangat menyesalkan bantuan terkesan dipersulit. Padahal, kata dia, sejumlah tahapan bantuan sudah dilaksanakan warga. Mulai dari pembentukan pokmas untuk pencairan bantuan. Sehingga hampir sebulan lalu, warga sudah menerima buku tabungan.

Namun aku dia, dana ini belum bisa dicairkan karena terkendala SK dan rekomendasi pembentukan pokmas dari desa yang harus diajukan ke bank. “Sudah sebulan warga terima buku tabungan, tapi kendalanya rekomendasi dan SK dari desa untuk diserahkan ke bank sehingga dana belum bisa dicairkan,” jelas dia.

 Hal senada diakui, Multazam. Ia sendiri sudah menerima buku tabungan sebulan lalu, namun belum ada proses pencairan. Namun ia mengaku sedikit terbantu karena mendapatkan bantuan huntara, berbeda dengan warga lain masih tinggal di di bawah terpal.

Sementara itu, Camat Gunungsari Mudasir mengatakan, terkait persoalan pencairan bantuan ini memang terjadi hampir di seluruh desa. Pihaknya sudah menyuarakan hal ini ke tim terpadu agar dipermudah, namun hal ini menjadi kewenangan tim. Diakui sejauh ini sudah ada beberapa unit rumah warga saja yang sudah terbangun di Kecamatan Gunungsari.

Sekretaris BPBD Lobar, Ernawati menyebutkan pemda telah mengusulkan mengusulkan dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa sebesar Rp 1,4 triliun lebih, namun yang sudah tereaslisasi dan masuk ke rekening korban gempa Rp 1,13 triliun lebih. Dirincikan bantuan dana Rp 1,13 triliun tersebut untuk rumah rusak berat sebanyak 13.942 unit tahap I sudah mendapatkan bantuan Rp 50 juta sebanyak 379 KK. Sedangkan yang sudah menerima setengahnya atau Rp 25 juta sebanyak 13.563 KK. Untuk rumah rusak sedang dan ringan, sudah menerima dana full sebesar Rp 25 juta sebanayak 2.667 KK dengan total dana Rp 316 miliar. Sedangkan untuk rusak ringan sebanyak 45.612 KK menerima bantuan Rp 456 miliar lebih. “Ada sisa dana Rp3,8 miliar di rekening BPBD, jadinya ini sudah diusulkan pendebentan rekening masyarakat dengan total 140 KK,” jelas dia.

Ia menyebutkan, hasil terakhir progres korban gempa yang sudah dilayani untuk rusak ringan sebanyak 45.662 KK, pokmas yang sudah terbentuk 822 dengan jumlah KK dengan 2.990 jiwa, sedangkan yang Rusak sedang dari jumlah terdampak 12.668 KK sudah dibentuk pokmas sebanyak 280  pokmas dengan jumlah anggota 7.068 KK.  “Korban gempa yang kekurangan dana dari jumlah 13.563 sudah diusulkan ke BNPB untuk mendapatkan tambahan dana bantuan,”kata dia.

Ia menamahkan, progres pembangunan rumah gempa sendiri masih belum terlalu signifikan. Sebab sejauh ini baru selesai dibangun 60 unit, sedangkan yang sudah selesai sebanyak 260 unit. (her)