Korban Banjir Sambelia Mengungsi Secara Insidentil

Masyarakat korban banjir di Dusun Malempo dan Mentareng  Desa Obel-Obel, Sambelia membersihkan rumahnya dari material banjir beberapa waktu lalu. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bencana banjir bandang yang dialami masyarakat di Dusun Malempo dan Dusun Mentareng Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, hujan yang terus terjadi belakangan ini tidak menutup kemungkinan terjadinya banjir susulan. Kendati demikian, proses evakuasi warga saat ini dilakukan secara insidensial agar masyarakat tidak mengalami trauma.

Dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 2 Maret 2020, Camat Sambelia, Ishak, SH., mengungkapkan pengungsian yang dilakukan bersifat insidensial. Artinya, masyarakat memilih diungsikan apabila cuaca mengkhawatirkan. Itupun untuk anak-anak dan ibu-ibu. Sementara untuk laki-laki tetap berada di rumahnya sembari melihat perkembangan situasi. “Setelah cuaca normal, pengungsi balik kembali ke rumahnya,” terangnya.

Iklan

Strategi ini dilakukan supaya masyarakat korban banjir tidak mengalami trauma yang cukup mendalam. Sementara untuk lokasi pengungsian dekat dengan rumahnya masing-masing yakni di masjid dan musala setempat.

Ishak mengaku, dampak dari banjir itu roda perekonomian terganggu. Namun yang paling dibutuhkan saat ini air bersih dan beberapa keluarga persediaan makanan pangan sudah mulai menipis.

Sementara untuk normalisasi sungai sedang berlangsung. Masyarakat korban banjir juga sudah mulai tenang beraktivitas meskipun sekadar untuk membersihkan rumah mereka dari material banjir. Sedangkan untuk kondisi cuaca di Sambelia saat ini tidak menentu, terkadang cerah dan gelap berawan. “BPBD masih tetap siaga di lokasi banjir. Termasuk penyediaan tanki air karena pipa saluran air bersih tergerus banjir,” jelasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, mengatakan, korban banjir di Kecamatan Sambelia sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Untuk sementara di lokasi kejadian sebelumnya masih aman.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan saat ini berupa penyediaan jaringan telekomunikasi. Di mana bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Sambelia pada hari Minggu lalu tidak hanya berdampak terhadap pemukiman dan rumah-rumah warga. Namun bencana tersebut juga menyebabkan jaringan telekomunikasi di lokasi tersebut juga terputus. Hilangnya konektivitas jaringan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Sambelia merupakan hal yang rutin terjadi ketika terjadi bencana.

 “Jadi penyediaan jaringan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Sambelia sangat penting supaya koordinasi kita dengan petugas maupun pihak terkait lainnya lebih mudah. Apalagi dalam situasi bencana,”harapnya. (yon)