Korban Banjir Mulai Diserang Gatal-gatal dan Diare

Giri Menang (Suara NTB) – Wilayah yang terkena bencana banjir di Lombok Barat (Lobar) bertambah, menyusul dua desa masing-masing Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari dan Desa Sukamakmur, Kamis, 15 Desember 2016 malam diterjang banjir. Bertambahnya desa yang terdampak banjir, memperparah bencana banjir yang melanda daerah Lobar selama beberapa tahun terakhir.

Kepala Desa Jagaraga Indah, Muhasim, mengaku, akibat banjir yang menerjang menyebabkan ratusan rumah warga terkena dampak. Di samping itu, sejumlah sekolah dasar di antaranya SDN 1 di Dusun Adeng dan SDN 2 Jagaraga terendam banjir.

Iklan

Selain menerjang ratusan rumah warga dan SD, banjir juga menyebabkan warga setempat meninggal atas nama Nurmewah (55) asal Dusun Batu Tumpeng I . Sebelum banjir datang, jelasnya, korban pergi ke sawah. Ketika hendak kembali ke rumah, banjir menerjang di lokasi sehingga menyebabkan korban kaget. Korbanpun tidak berani pulang.

“Korban meninggal di tengah sawah, di tengah banjir karena kejebak. Kemungkinan korban kedinginan,” terangnya.

Disebutkan, jumlah rumah yang tergenang banjir hampir 500 KK tersebar di 4 dusun. Dusun yang paling parah terkena dampak di Tibu Raya sebanyak 300 KK, Batu Tumpeng I dan Batu Tumpeng II serta Dusun Karang Anyar. Ketika kejadian, ratusan jiwa penduduk setempat dievakuasi ke masjid dan lokasi aman. Saat ini lanjutnya, kondisi sudah normal. Meskipun di beberapa lokasi masih ada genangan air. Wargapun kembali ke rumah masing-masing.

Akan tetapi saat ini warga mulai diserang gatal-gatal dan diare. Pihak puskesmas sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Terkait bantuan logistik, sejuah ini belum ada dari BPBD provinsi dan dinas sosial. Yang sudah memberikan bantuan dari BPBD Lobar saja, itupun jumlahnya sedikit, sehingga tidak berani dibagikan ke korban karena khawatir persoalan.

  KSB Tergenang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD, H. M. Najib menyatakan terdapat penambahan jumlah desa yang diterjang bencana banjir, yakni Desa Sukamakmur Gerung dan Kekait Gunung Sari. Namun kondisi tidak terlalu parah, akan tetapi pihaknya turun memantau ke lokasi untuk melakukan penanganan. Di Kekait banjir disebabkan talud parit yang jebol, sehingga air masuk ke pemukiman warga. Sekitar 5-6 rumah terendam.

Terkait korban yang meninggal di Jagaraga, menurut informasi yang diterima bukan meninggal karena bencana, namun karena kedinginan. Korban juga diduga kelainan penyakit sehingga meninggal. “Bukan karena banjir, tapi kedinginan,” jelasnya.

Camat Gunung Sari, Rusni membenarkan banjir yang menimpa Desa Kekait. Banjir bersumber dari saluran parit yang jebol, sehingga masuk ke pemukiman warga. Kondisi banjir tidak terlalu parah, karena langsung ditangani plt kades setempat menggunakan dana yang ada untuk memasang beronjong. “Nanti dibangun permanen, warga sudah gotong royong,” jelasnya.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengakui bencana kali ini paling parah di Lobar, karena lokasi bencana terjadi dibanyak tempat. Bahkan, terdapat penambahan lokasi bencana di Lobar sebanyak 2 desa. Kondisi ini jelasnya, disebabkan dampak la lina, sehingga curah hujan tinggi dan memicu bencana. Pihaknya juga mengakui, pemicu lainnya kondisi hutan yang banyak rusak, sehingga perlu penanganan serius. “Ada penambahan lokasi terdampak bencana,” aku Bupati. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here