Korban Banjir Keluhkan Lambannya Penyaluran Bantuan

Giri Menang (Suara NTB) – Pascabencana banjir dan longsor yang menerjang ratusan rumah dan hotel di kawasan Wisata Senggigi Batulayar Sabtu, 10 Desember 2016 lalu, kini kondisi di beberapa dusun yang terdampak bencana mulai normal seperti sediakala.  Namun warga di beberapa lokasi bencana mengeluhkan lambannya bantuan dari Pemda Lobar. Warga sejauh ini hanya didroping air mineral untuk memenuhi kebutuhan warga, menyusul semua sumur milik warga terkena dampak banjir.

Kades terpilih Batulayar, H. M. Taufiq menuturkan, banjir dan longsor menerjang daerah wisata Senggigi Batulayar, Sabtu, 10 Desember 2016 lalu sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak 5 dusun di Desa Batulayar terkena dampak bencana. Masing-masing  Dusun Teloke Tengah, Teloke Utara, Tanaq Embet Timur dan Barat. Sedangkan bencana longsor terjadi di Dusun Orong. Penyebab banjir dan longsor dipicu intensitas hujan yang tinggi dan penyumbatan saluran di daerah sekitar, sehingga Kali Teloke meluap.

Iklan

“Akibat dari banjir tersebut hotel terendam dan sebanyak 203 KK di beberapa dusun terkena dampak dievakuasi. Saat ini kondisi normal, tapi warga bantuan belum didroping pemda (BPBD red). Birokrasi ini membuat lamban,” akunya, Senin, 12 Desember 2016.

Terdapat ratusan warga terkena dampak dievakuasi masing-masing berdomisili di Dusun Tanaq Embet Barat ada 45 KK dan Tanaq Embet Timur sebanyak 158 KK, sehingga total 203 KK. Menurutnya, penyebab banjir, karena hujan lebat dan penyumbatan sungai serta penyempitan saluran di daerah ini.

Di samping itu, barang-barang milik warga hanyut oleh banjir. Tembok rumah warga sepanjang belasan meter juga rusak akibat diterjang arus banjir. Di Dusun Orong yang terkena longsor di tiga titik. Untungnya, tidak ada pemukiman warga yang terkena dampak. Akibat intensitas hujan yang tinggi selama 3 jam di daerah sekitar jelasnya, air Kali Teloke-Tanaq Embet pun meluap sehingga menggenangi 4 dusun setempat. Bahkan akibat terjangan banjir ini, tembok rumahnya ambruk. Air kali ini meluap diakibatkan penyempitan kali, di samping itu dipicu pendangkalan kali. Talud kali dan saluran di daerah ini juga tidak ada, sehingga programnya tahun depan pihaknya akan melakukan pengerukan (normalisasi) kali Teloke-Tanaq Embet dan melakukan pentaludan.

Camat Batulayar, Suparlan menyatakan pihaknya bersama tim BPBD langsung turun ke lokasi melakukan penanganan. Dijelaskan, banjir menerjang beberapa dusun di Batulayar hingga menyebabkan arus lalu lintas menuju kawasan wisata setempat terganggu. Selain itu, hotel Jayakarta juga ikut tergenang banjir. “Banjir menyebabkan akses persis di depan hotel Jayakarta terganggu, kami sudah lakukan evakuasi warga,” jelasnya.

Menurutnya, banjir disebabkan penyempitan saluran dan kali. Sehingga air kali di Tanaq Embet meluap naik ke pemukiman warga. Akibat banjir ini jelasnya, merendam ratusan rumah warga di beberapa dusun, selain itu merusak tembok sejumlah rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib menyatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan darurat bencana. Pihaknya melakukan evakuasi terhadap ratusan KK yang terkena dampak bencana banjir ke lokasi yang aman. Disebutkan, terdapat 203 KK dievakuasi yang terkena dampak. Terkait pemberian bantuan ke korban banjir, pihaknya menampik jika BPBD lamban. Sebab sejak terjadi bencana, pihaknya turun ke lokasi melakukan penanganan.

Pihaknya sudah menyalurkan bantuan melalui pihak desa setempat. Bantuan yang didroping baru sebatas air mineral, sebab air minum yang paling diperlukan oleh masyarakat setempat. “Baru air mineral yang kami drop, karena sumur warga tercemar air kiriman bajir kemarin. Warga belum mau diberi bantuan berupa sembako,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah membangun tenda darurat di beberapa lokasi banjir tersebut. Terkait penanganan kesehatan warga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui puskesmas terkait. Untuk penanganan jangka panjang lanjutnya pihak BPBD bersama PU akan melakukan pentaludan dan normalisasi sungai serta saluran di wilayah setempat. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here