Korban Banjir di Pringgabaya Khawatir Terkena Penyakit

Kondisi perkampungan rumah warga di Desa Labuhan Lombok yang cukup padat penduduk. Mereka khawatir terkena penyakit kulit, DBD dan muntaber.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bencana banjir yang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yaitu Kecamatan Suela dan Pringgabaya memberikan rasa kekhawatiran bagi masyarakat. Pasalnya, masyarakat mengkhawatirkan beberapa penyakit berupa Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit kulit, muntaber pascabanjir.

Raodah, salah satu warga di Desa Seruni Mumbul, menuturkan jika kondisi lingkungan pascabanjir masih terdapat genangan air serta lumpur yang masih basah. Hal ini membuat masyarakat khawatir akan timbulnya masalah baru bagi masyarakat, terutama penyakit berupa DBD, penyakit kulit dan muntaber.

Bahkan pakaian-pakaian hingga hari ketiga pasca banjir belum mengering karena tidak adanya panas terik matahari yang justru memberikan efek negatif terhadap masyarakat. Untuk itu, ia mengharapkan supaya ada penanganan yang lebih intensif dari pemerintah dalam hal ini pihak kesehatan untuk memastikan kesehatan masyarakat korban banjir.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, dr. M. Hasbi Santoso.,M.Kes, mengungkapkan jika tim kesehatan dari Puskesmas Pringgabaya dan Suela sejak hari pertama banjir sudah diterjunkan ke lokasi bencana.

Sejauh ini belum ditemukan adanya masyarakat korban banjir yang mengalami penyakit dampak dari banjir tersebut. Kalau pun ada, nantinya dilakukan penanganan intensif dari petugas kesehatan yang ditugaskan untuk memonitor kesehatan masyarakat ke lapangan secara rutin dan berkala.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Iwan Setiawan, mengatakan BPBD Lotim sudah menyalurkan air bersih untuk kebutuhan air minum masyarakat. Saat ini sudah standby dua mobil pemadam kebakaran dan dua tanki mobil air bersih baik yang berasal dari kabupaten dan Provinsi NTB. “Sampai saat ini kebutuhan air minum masyarakat terpenuhi sembari dilakukan perbaikan jaringan PDAM,” terangnya.

Pihaknya juga menunggu distribusi logistik dan antisipasi potensi terjadinya banjir susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi hingga bulan Januari mendatang. Untuk empat tanggul yang jebol di Desa Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul dilakukan pembuatan tanggul sementara menggunakan karung yang berisi tanah. (yon)