Konvoi, Knalpot Bising dan Coretan Seragam di Hari Kelulusan UN

Dompu (Suara NTB) – Euforia atas kelulusan Ujian Nasional (UN) masih diwarnai aksi corat coret seragam sekolah oleh ratusan pelajar di Dompu. Tak terkecuali konvoi menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan bunyi knalpot yang sangat memekakan telinga.

Euforia yang dianggap sebagaian orang berlebihan dan bahaya ini dianggap pihak sekolah sebagai sesuatu yang wajar. Terlebih, bagian dari kreasi serta bentuk kebanggaan pribadi siswa atas hasil ujian yang mereka peroleh. Terpenting, yakni sekolah sudah mengingatkan agar kelulusan ini dirayakan dengan hal-hal positif.

Iklan

“Coret-coret itu dari pribadi siswa, kita sudah arahkan kemarin lebih baik baju itu kalau memang tidak punya adik sumbangkan saja kemana atau disimpan. Tapi namanya kreasi anak-anak yang penting kita sudah beritahu,” kata Wakasek Kurikulum SMAN 2 Dompu, Suherman kepada Suara NTB, Kamis, 3 Mei 2018.

Diakui, perayaan kelulusan dengan corat coret seragam disertai konvoi di jalan raya cukup berbahaya dan rawan menimbulkan konflik antar pelajar. Hanya memang pihaknya tidak bisa berbuat banyak melihat fenomena yang sudah menjadi kebiasaan tersebut,bahkan ada sebagian siswa yang mencoret seragamnya sebelum hasil ujian diumumkan.

Mengantisipasi kerawanan khususnya konflik di lingkungan pendidikan yang bisa berakibat pengerusakan fasilitas, juga menjadi pertimbangan utama informasi kelulusan tersebut tidak diumumkan di sekolah. Siswa diarahkan untuk mencari informasi kelulusan dengan mengaksesnya secara online.

“Sebagian sudah kita arahkan pulang, lebih baik buka informasinya di rumah sambil santai-santai. Sekolah kita usahakan kosong untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Disinggung jumlah peserta didik yang akan menerima informasi kelulusan tahun ini, Suherman menyebutkan, secara keseluruhan peserta ujian yang terdata di SMAN 2 Dompu sebanyak 248 orang, empat orang diantaranya dipastikan tidak lulus karena tidak pernah mengikuti ujian.

Pengumuman kelulusan siswa SMA/MA/SMK dirilis pihak sekolah pada Kamis (3/5) sore. Pilihan ini untuk meminimalisir aksi perayaan kelulusan secara berlebihan. Bila diumumkan pagi hari, maka para siswa memiliki waktu yang panjang untuk merayakan kelulusan dengan konvoi kendaraan bermotor dan coret – coret seragam dengan pilox serta spidol.

“Kalau sore, anak – anak punya waktu sebentar. Kita juga memeriksa siswa dari membawa sajam, pilox dan motor racing saat masuk ke sekolah saat penerimaan kelulusan,” kata kepala MAN 1 Dompu, Drs Khaeruddin. Dari 174 orang peserta UN, hanya 5 orang yang dinyatakan lulus. Lima anak ini sejak awal ujian tidak hadir.

Sementara pantauan Suara NTB di lapangan siang kemarin, beberapa satuan pendidikan tampak sepi dari aktivitas siswa maupun guru-guru, mereka (siswa) sudah terlihat berkumpul di beberapa titik seperti taman kota dan kompleks pertokoan. Kendati belum meperoleh pengumuman kelulusan mereka sudah mencoret seragam sekolahnya secara bergantian. (jun/ula)