Konversi Elpiji di Pulau Sumbawa Direalisasikan Akhir Tahun

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merealisasikan konversi bahan bakar dari minyak tanah (mitan) ke elpiji 3 kg di Pulau Sumbawa sekitar Agustus -September  atau akhir tahun ini. Pertengahan tahun ini masih dilakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima yang berada di Pulau Sumbawa.

“Proses lelang sekarang untuk penyediaan paket elpijinya. Realisasinya sekitar Agustus atau September. Setelah lebaran, paling ndak bulan Juni – Juli akan dilakukan sosialisasi dulu,” kata Kepala Bidang Energi Dinas ESDM NTB, Yuliadi Ismono ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 22 Mei 2018 siang.

Iklan

Terkait dengan konversi elpiji di Pulau Sumbawa, Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas sudah menghubungi Bagian Ekonomi kabupaten/kota se Pulau Sumbawa, termasuk juga Biro Ekonomi Setda NTB.

Hasil validasi data yang dilakukan Ditjen Migas, kata Yuliadi, jumlah paket konversi elpiji di Pulau Sumbawa sekitar 250 ribu paket. Termausk juga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan mendapatkan paket elpiji.

Dengan dilakukannya konversi elpiji di Pulau Sumbawa, kata Yuliadi maka akan menekan penyelundupan mitan dari Sumbawa ke Lombok. atau sebaliknya, menekan penyelundupan elpiji 3 Kg dari Pulau lombok ke Pulau Sumbawa.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM memerintahkan Pertamina untuk melaksanakan konvesi bahan bakar dari minyak tanah (mitan) ke elpiji 3 kg tahun ini. Perintah itu sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 18 K/15/MEM/2018 tentang Penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) Dalam Penyediaan dan Pendistribusian Paket Perdana Elpiji Tabung 3 Kg Tahun Anggaran 2018.

Kuota konversi elpiji untuk Pulau Sumbawa tak disebutkan secara rinci dalam SK Menteri ESDM tersebut. Namun secara keseluruhan disebutkan sebanyak 581.012 paket. Terdiri dari tabung elpiji, elpiji 3 Kg dan kompor gas beserta peralatannya. Sebanyak 581.012 paket eipiji itu akan diperuntukkan bagi 6 provinsi. Yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, bangka Belitung, NTB (Sumbawa) dan Sulawesi Tengah.

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah lama ditunggu yakni  sejak 2011. Konversi elpiji di NTB dimulai pada 2011 lalu, khusus untuk Pulau Lombok. Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sering tertunda, semula direncanakan pada 2017 lalu. Jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang akan menerima program konversi elpiji sebanyak 254.324 calon penerima.

Terbagi dalam dua kelompok, yakni rumah tangga  sebanyak 249.025 calon penerima dan usa mikro  5.299 calon penerima. Rinciannya, Kabupaten Sumbawa sebanyak 4.667 metrik ton, Dompu, 2.492 metrik ton, Kabupaten Bima sebesar 4.941 metrik ton, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 1.351 metrik ton dan Kota Bima sebanyak 1423 metrik ton. (nas)