Kontraktor Lelet, Wabup KLU Ancam Masukkan Daftar Hitam

Tanjung (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, SH. MH., merasa gerah dengan perilaku kontraktor pemenang tender yang lamban mengerjakan proyek. Ia bahkan meminta seluruh SKPD untuk mengevaluasi para kontraktor.

“Saya kira tidak ada kompromi lagi, mengingat ini sudah memasuki batas. Kalau alasannya karena cuaca dan pekerjaan terbengkalai, tentu kita beri sanksi,” tegas Wabup, Senin, 14 November 2016.

Ia melihat saat ini masih banyak pekerjaan oleh sejumlah kontraktor yang belum tuntas bahkan masih jauh dari target. Sementara masa waktu pengerjaan mendekati akhir. Oleh karenanya ia meminta para kontraktor melakukan pekerjaan sebaik-baiknya dengan tidak merugikan daerah.

Sarifudin tak sungkan mengingatkan para kontraktor, apabila tidak bisa menuntaskan pekerjaannya maka yang bersangkutan akan dimasukkan dalam daftar hitam alias blacklist. Ia bahkan berpesan kepada seluruh SKPD untuk memperhatikan betul kontraktor di daftar hitam untuk tidak dilibatkan dalam tender proyek apapun pada masa yang akan datang.

“Saya akan kumpulkan semua kepala Dinas untuk evaluasi. Kalau tidak beres jangan diberikan lagi, kalau perlu blacklist,” cetusnya.

Dalam waktu dekat ini Sarip juga berencana akan mengagendakan pemanggilan kepada kepala SKPD untuk membicarakan dan meminta penjelasan terkait hal tersebut. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal turun untuk melihat realisasinya di lapangan, sebab ia pun sudah melihat gelagat tak beres dalam proses pengerjaan proyek pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Pertambangan Energi Perumahan Rakyat KLU, Raden Nurjati mengatakan, ada salah satu kontraktor proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Terad Genit Kecamatan Bayan, yang dianggap kemajuannya amat lamban. Dalam pengerjaannya, kontraktor tersebut baru mencapai realisasi di angka 12 persen dari angka optimal 40 persen.

“Ya harus ditegur supaya lebih baik ke depannya, jangan santai. Karena akan berdampak pada target dan hasil kegiatan. Kontraktor ini juga menjadi catatan kami,” katanya. (ari)