Kontraktor Jalan dan Jembatan Empol-Madak Sekotong Disanksi

Proyek jembatan Madak Sekotong ini molor dari kontrak, namun pengerjaannya dilanjutkan Januari tahun ini. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pengerjaan proyek jalan dan jembatan jalur Empol – Madak Desa Cendimanik Kecamatan Sekotong bernilai miliaran rupiah molor, karena tak tuntas tahun 2019. Rekanan tidak diputus kontraknya, karena diberikan waktu melanjutkan pengerjaan tahun ini. Namun konsekuensinya, rekanan disanksi denda selama perpanjangan waktu tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) (Lombok Barat), Made Arthadana, menjelaskan, proyek jalan dan jembatan ini terlambat, karena pengerjaan jembatan terkendala umur beton yang tidak berani langsung dipasang aspal. Sementara pasangan cor-coran jembatan dilakukan minggu ketiga bulan Desember, sehingga pihaknya tidak berani melanjutkan pengerjaannya. Sebab untuk usia beton setelah dicor baru bisa diaspal minimal tiga minggu. “Karena itu volume pekerjaan ini akan dialihkan tahun 2020,” jelas dia.

Iklan

Untuk kelanjutan proyek ini, tambahnya, semestinya dimulai pengerjaan minggu kedua bulan ini. Pihaknya akan mengevaluasi lagi sejauh mana lanjutan pengerjaan proyek yang tersisa. Pihaknya pun tetap mengenakan sanksi berupa denda mulai kontrak berakhir sampai dengan masa perpanjangan pengerjaan berakhir. Sedangkan untuk proyek Jalan Mareje sedang diupayakan penyempurnaan.  Ia mengklaim, dari sekian banyak proyek yang dikerjakan Dinas PUPR, hanya satu ruas jalan yang terlambat.  “Hanya satu proyek yang terlambat,” tegas dia.

Diketahui proyek jalan dan jembatan ini dibangun satu paket dengan nomor kontrak 027/206/PPK-Pem.Jalan/BM/03/2019. Proyek senilai Rp 3,514 miliar yang berasal dari pembiayaan DAK Afirmasi ini dikerjakan oleh CV. BWS dengan konsultan pengawas  CV. DP. Pelaksanaannya berdasarkan papan informasi proyek selama 120 hari, terhitung sejak 3 Juli sampai dengan batas kontrak tanggal 29 Desember 2019.

Sadri Hasan selaku warga setempat mengaku proyek Madak terlambat, namun sudah dilanjutkan pengerjaannya. Namun informasi yang ia peroleh rekanannya disanksi. Bagi dia dan warga setempat, sangat berharap agar jembatan ini cepat selesai. Sebab bagaimana pun  khawatir banjir  karena saat ini tengah musim hujan. “Kami berharap agar jembatan ini bisa cepat selesai, karena khawatirnya nantu banjir,” terangnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here