Kontraktor di KSB Diminta Terapkan SOP

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kembali mengharapkan kepada semua kontraktor untuk menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama bekerja.

Kadis Sosnakertrans KSB, H. Abdul Hamid, S.Pd, M. Pd kepada Suara NTB, Rabu, 28 September 2016 mengatakan, sebelum memulai pekerjaan, pihaknya berharap supaya pengawas lapangan juga dilibatkan. Hal tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) serta prosedur-prosedur yang lainnya. Apabila tidak mematuhi prosedur tersebut, pihaknya akan merekomendasikan supaya proyek yang akan dilaksanakan tidak dilanjutkan.

Iklan

Tentu dengan terjadinya kasus di Jereweh ini lanjutnya, hal tersebut merupakan titik klimaks dari dinas untuk kembali mengingatkan para kontraktor mematuhi SOP yang ada. Bahkan pihaknya akan menindak tegas apabila kasus ini kembali terjadi (kecelakaan kerja). Diakuinya, memang pihaknya sudah sering mengingatkan pihak kontraktor untuk mematuhi SOP yang ada. Namun masih banyak juga para kontraktor yang masih belum mengindahkan hal ini. Oleh karenanya pihaknya berharap kepada SKPD yang memiliki proyek untuk bisa mengingatkan kontraktor supaya memahami SOP yang ada. Hal tersebut dilakukan dengan harapan supaya kasus kecelakaan kerja ini bisa di minimalisir.

Disinggung mengenai akan diberikan santunan terhadap keluarga korban atau tidak, ia menyebutkan  pihaknya akan melihat terlebih dahulu hubungan kerjanya. Apakah ada kontrak kerjanya, dengan perusahaan atau tidak. Apabila nantinya ada surat perjanjian antara korban dengan perusahaan maka pihaknya akan menelusuri hal tersebut. Serta akan memberikan hak normatif kepada keluarga korban. (ils)