Konsumsi BBM Turun 8 Juta Liter Per Bulan karena Pandemi

Ilustrasi pengisian BBM (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB mencatat, terjadi penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) setelah adanya pandemi Covid-19 atau pada triwulan II 2020. Pada triwulan II, konsumsi BBM turun mencapai 8 juta liter di NTB.

Kepala Bidang Pajak Daerah Bappenda NTB, Muhammad Husni mengatakan, turunnya konsumsi BBM berpengaruh terhadap realisasi penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Pada APBD Murni 2020, Pemprov menargetkan PBBKB sebesar Rp290,6 miliar. Setelah dilakukan penyesuaian, target PBBKB turun menjadi Rp252,9 miliar.

Iklan

PBBKB, realisasinya Januari, Februari dan Maret tidak mencapai target sesuai target APBD Murni. Ketika melakukan penyesuaian APBD, target menjadi Rp252 miliar. Target bulanan sejak April, Mei, Juni dan Juli mencapai target, ujar Husni di Mataram, Selasa, 18 Agustus 2020.

Pada buan Januari, realisasi penerimaan PBBKB sebesar Rp23,5 miliar. Kemudian turun menjadi Rp23,07 miliar pada Februari. Pada bulan Maret, realisasinya turun menjadi Rp21,9 miliar. Selanjutnya pada April sebesar Rp19,04 miliar, Mei Rp18,3 miliar, Juni Rp18,7 miliar dan Juli sebesar Rp19,08 miliar.

Dampak Covid-19 ini memengaruhi dari sisi konsumsi BBM, terjadi penurunan konsumsi BBM, ungkapnya.

Husni menyebutkan, pada triwulan I 2020, konsumsi BBM di NTB sebesar 77 juta liter per bulan. Sedangkan pada triwulan II, konsumsi BBM menjadi 69 juta liter per bulan. Ada penurunan sekitar 8 juta liter konsumsi BBM setiap bulan. Ini juga mempengaruhi penurunan realisasi PBBKB, terangnya.

Husni menyebutkan, dari sisi volume konsumsi BBM di NTB dari triwulan I ke triwulan II terjadi penurunan sebesar 10 persen. Sedangkan penurunan realisasi penerimaan PBBKB turun hampir 18 persen. Ia menjelaskan, penurunan perolehan PBBKB juga terjadi akibat penurunan harga BBM selama dua kali. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional