Konsul Jenderal RRT di Denpasar Serahkan Beasiswa yang Ke-Tiga

Suasana penyerahan beasiswa secara online, Kamis, 6 Agustus 2020.

Denpasar (Suara NTB) – Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, Kamis, 6 Agustus 2020 kenyerakan beasiswa untuk yang ke tiga kalinya. Penyerahan beasiswa dilaksanakan secara online.

Hadir pada acara tersebut, Plt. Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Mr. Chen Wei, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqan, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili oleh Ida Ayu Nyoman Candrawati, perwakilan guru dan siswa sekolah lingkup kerja Konsulat RRT yang mempunyai kelas Bahasa Mandarin.

Iklan

Plt, Konjen RRT di Denpasar Mr. Chen Wei menyampaikan selamat kepada guru dan siswa penerima Beasiswa Konjen RRT. Mr.Chen Wei menegaskan bahwa walaupun di masa pandemi ini, para siswa tetap dengan giat belajar Bahasa Mandarin dan meraih nilai yang memuaskan.

Mr. Chen Wei juga menyampaikan, tahun ini menandai 70 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia. Selama perjalanan 70 tahun, persahabatan dan kerjasama antara kedua negara semakin mendalam.

Semakin banyak perusahaan dan warga Tiongkok berinvestasi atau berwisata ke Indonesia dan tentu saja ini menjadikan kebutuhan yang mendesak bagi SDM yang menguasai Bahasa Mandarin. Menguasai Bahasa Mandarin dengan baik dapat membuka jendela bagi semua orang untuk memahami perkembangan Tiongkok, dan juga akan membawa prospek yang cerah bagi pengembangan karier setiap orang.

Mr. Chen Wei berharap siswa-siswi terus belajar Bahasa Mandarin dan menjadi duta persahabatan antara masyarakat kedua negara. Konsulat Jenderal akan terus memberikan dukungan demi pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin di wilayah lingkup kerja Konsulat, yaitu Provinsi Bali, NTB dan NTT.

Louis Ivander Yangky, siswa Sekolah CHIS Bali merupakan perwakilan siswa yang terpilih meraih peringkat pertama dalam Beasiswa Konjen tahun ini. Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Konsulat Jenderal RRT atas penghargaan dan para guru sekolah yang telah mendidiknya dengan tulus. Dia mengatakan bahwa sejak kecil telah tertarik dengan Bahasa Mandarin dan percaya bahwa dengan belajar Bahasa Mandarin akan sangat membantu perkembangan kariernya di masa depan.

Dengan diadakannya beasiswa ini dia semakin mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Mandarin serta memahami budaya Tiongkok. Ia berharap nantinya dapat belajar ke Tiongkok dan dapat berkontribusi pada kerjasama persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia.

Teguh Setiawan dari Sekolah Tiga Bahasa Budi Luhur Lombok, sebagai perwakilan peraih beasiswa kategori Guru Teladan menyampaikan rasa terimakasih kepada Konsulat Jenderal RRT di Denpasar atas dukungan selama ini terhadap dunia pendidikan Bahasa Mandarin di wilayah lingkup kerja Konjer RRT. Dalam perjalanan 8 tahun mengajar Bahasa Mandarin, ia melihat kemajuan dan peningkatan kemampuan Bahasa Mandarin siswa didiknya yang semakin dalam. Ia merasakan kegembiraan dan kepuasaan yang nyata dan benar-benar merasa pentingnya belajar Bahasa Mandarin saat ini. Ia akan terus berusaha untuk mendidik serta menyebarkan bahasa dan budaya Tiongkok.

Meskipun sedang dihadapkan pada pandemic Covid-19, namun beberapa siswa mampu melewati kesulitan ini dan merekam langsung pertunjukan lagu Bahasa Mandarin dan wushu, yang ditayangkan selama acara online ini. Terlihat siswa mampu menggunakan berbagai macam cara untuk dapat mempertunjukkan keindahan budayaTionghoa.

Berdasarkan rekomendasi setiap sekolah dan kriteria standar pemilihan penerima beasiswa, telah diputuskan sebanyak 162 siswa dan 15 Guru teladan terpilih sebagai penerima beasiswa pada periode ini.

Konsulat Tiongkok di Denpasar telah menyelenggarakan kegiatan ini mulai dari tahun 2018 berturut-turut selama tiga kali dan disambut baik oleh para guru dan siswa dan diharapkan akan semakin mendorong kecintaan dan antusiasme para remaja untuk belajar Bahasa Mandarin. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here