Konstruksi Proyek Kereta Gantung Rinjani Diperkirakan Awal 2021

Ilustrasi Kereta Gantung Rinjani (suarantb.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tahapan proses pembangunan kereta gantung Rinjani terkena dampak pandemi Covid-19. Penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan Detailed Engineering Design (DED) terhenti akibat pandemi Covid-19.

Namun, Pemprov melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB memastikan investor yang akan membangun kereta gantung Rinjani cukup serius. Karena mereka sudah menyerahkan uang jaminan sebesar Rp5 miliar sebagai bukti keseriusan menggarap proyek kereta gantung sepanjang 10 km tersebut.

Iklan

‘’Stagnan sekarang. Karena tim teknis mereka (investor)  ndak bisa ke sini akibat Covid-19,’’ kata Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 14 Juli 2020.

Madani menjelaskan investor asal China tersebut sudah mengantongi izin prinsip. Setelah mengantongi izin prinsip, mereka melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selanjutnya melakukan survei teknis untuk penyusunan FS dan DED.

Akibat Covid-19, maka berbagai kajian yang semula ditargetkan bisa cepat diselesaikan. Kemungkinan akan tuntas sekitar November sampai Desember mendatang. Madani menjelaskan penyusunan FS dan DED membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat bulan.

Setelah FS dan DED rampung, investor akan melanjutkan tahapan berikutnya yaitu menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Ia mengatakan penyusunan FS, DED hingga Amdal membutuhkan waktu cukup panjang karena tim teknis investor akan turun naik gunung.

Setelah FS, DED dan Amdal bisa rampung tahun ini, maka awal tahun depan konstruksi pembangunan kereta gantung Rinjani sudah bisa dimulai. “Mereka tinggal menyusun FS dan DED. Kemudian Amdal. Tahun depan paling sudah mulai dia (konstruksi),” katanya.

Untuk konstruksi, kata Madani, membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Madani memastikan untuk kelancaran pembangunan, lahan yang menjadi lokasi pembangunan kereta gantung sudah clear. Begitu juga dari sisi tata ruang.

  Kembangkan Industri Peternakan, Kesinambungan Bahan Baku Jadi PR NTB

Investor akan membangun kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani yang berlokasi di Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng). Rencana pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Gunung Rinjani ini diklaim merupakan terpanjang di dunia dan ditargetkan dapat  tuntas dibangun menjelang MotoGP 2021.

Pembangunan  kereta gantung ini tidak berada di zona inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Pembangunan kereta gantung  dimulai dari Karang Sidemen Kecamatan  Batukliang Utara Loteng menuju kawasan hutan lindung di bagian atasnya. Kereta gantung yang dibangun sepanjang kurang lebih  10 km, dan diklaim menjadi kereta gantung  terpanjang di dunia. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here