Konstruksi Bendungan Meninting Molor

Kepala BWS Nusa Tenggara I, Asdin Julaidy (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan konstruksi Bendungan Meninting Lombok Barat (Lobar) molor dari rencana awal. Semula, konstruksi bendungan Meninting sudah dimulai 2018.

Namun, hingga saat ini pembangunan konstruksi bendungan belum dapat dilakukan karena appraisal lahan belum tuntas dilakukan Pemkab Lobar.

Iklan

‘’Pembangunan bendungan Meninting sebenarnya tahun 2018 ini mulai jalan, bangun konstruksinya. Tetapi karena appraisal tanahnya dari Pemda belum realisasi sampai sekarang,’’ kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy, MT usai aksi bersih-bersih Sungai Jangkuk, Senin, 17 Desember 2018.

Asdin mengatakan, pembebasan lahan Bendungan Meninting sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat. Pemkab Lobar hanya berkewajiban melakukan appraisal lahan yang menjadi genangan bendungan tersebut.

Perjuangan untuk mendapatkan jatah pembangunan Bendungan Meninting katanya, tak mudah. Selain Bendungan Meninting, pemerintah pusat juga menyetujui pembangunan Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa.

Perjuangan untuk pembangunan dua bendungan itu tak lepas dari peran Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc yang pada waktu itu menjadi anggota DPR RI. Meskipun berasal dari Dapil Banten, Doktor Zul tetap memperjuangkan pembangunan dua bendungan tersebut.

Bendungan Meninting, luas genangannya mencapai 53,6 hektar. Yang manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan irigasi kepada seluas 1.519 hektar.  Untuk pembangunan Bendungan Meninting disiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun.

Dengan kapasitas air yang ditampung mencapai 9,24 juta m3 menghasilkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,8 Megawatt (MW). Rencananya bendungan Meninting ini juga akan dijadikan sebagai sumber air bersih, yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM. (nas)