Konsisten Terapkan Prokes, PT Sumbawa Timur Mining Berhasil Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kerja

Kegiatan briefing dan rapat di lokasi kerja PT. Sumbawa Timur Mining dilakukan dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat termasuk menjaga jarak dan menggunanakn masker.

Dompu (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 benar-benar telah mengubah kehidupan masyarakat termasuk bisnis di Indonesia dan dunia, tidak terkecuali PT. Sumbawa Timur Mining (STM) yang sedang melakukan eksplorasi potensi sumber daya mineral Onto di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai perusahaan yang mempekerjakan karyawan dengan mobilitas tinggi, STM sejak awal pandemi telah mulai merencanakan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 pada Januari 2020. Rencana menyeluruh diselesaikan pada bulan Februari 2020 dan beberapa tindakan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan mulai diberlakukan bagi karyawan dan kontraktor yang bekerja di Proyek Hu’u.

Diberlakukannya status pandemi Covid-19 oleh pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mendorong STM memutuskan untuk melakukan perlambatan sementara sebagian besar kegiatan operasional Proyek Hu’u. Hal ini diperkuat dengan penetapan penghentian sementara kegiatan di wilayah kerja STM melalui surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara nomor 516/30/DJB/2020 pada 24 April 2020.

Keputusan ini kemudian diimplementasikan dengan melakukan demobilisasi sebagian besar karyawan dan kontraktor yang tidak terlibat dalam pekerjaan vital. Keputusan ini dibuat dengan pertimbangan utama kepentingan dan keselamatan karyawan, kontraktor, dan masyarakat kecamatan Hu’u.

STM telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan kontrol kesehatan pada bulan Februari, Maret dan April 2020 untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di dalam atau sekitar area Proyek Hu’u. Berbagai langkah yang dilakukan selaras dengan praktik-praktik terbaik Internasional, dan masih diberlakukan sampai saat ini.

Sejak awal April 2020, STM menempatkan Proyek Hu’u dalam status masa perawatan dan pemeliharaan yang hanya melibatkan sejumlah kecil personel di lokasi (sekitar 40 orang). Selama masa ini, STM terus menyempurnakan langkah-langkah dan kontrol pencegahan Covid-19, termasuk melakukan rapid test untuk semua karyawan dan kontraktor sebagai tindakan pencegahan.

Selama April 2020, STM menyumbangkan sejumlah peralatan dan persediaan medis kepada pemerintah Kabupaten Dompu melalui Gugus Tugas Covid-19, RSUD Dompu, dan Puskemas Rasabou di Kecamatan Hu’u. Sumbangan ini termasuk di antaranya masker, APD, hand sanitizer, tempat tidur rumah sakit, dan barang-barang lainnya. STM juga menyumbangkan 20.000 kit rapid test untuk mendukung upaya ekstensif dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Dompu.

Pada Juni 2020, STM memulai langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali mengoperasikan Proyek Hu’u. Rencana ini dilakukan secara hati-hati dengan memperhitungkan semua risiko yang ada. Keputusan untuk melanjutkan operasional Proyek Hu’u juga didasarkan pada status Kabupaten Dompu saat itu yang dinyatakan sebagai zona hijau, adaptasi kebiasaan baru, kebijakan pemerintah pusat, dan telah disusunnya Covid-19 secure guidelines oleh perusahaan dengan merujuk kepada persyaratan pemerintah Indonesia dan secara konsisten menjalankannya selaras dengan praktik-praktik terbaik Internasional.

Tantangan yang dihadapi oleh banyak negara adalah bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala atau tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Ini berarti bahwa deteksi Covid-19 sulit dilakukan kecuali dengan menggunakan pengujian yang akurat dan merata. Tes PCR sejauh ini memiliki hasil yang tepat serta akurat dan merupakan cara paling efektif untuk mendeteksi kasus Covid-19.

Pada Juli 2020, STM menandatangani kontrak dengan laboratorium genetika Sumbawa Technopark di Sumbawa untuk melakukan tes PCR bagi karyawan dan kontraktor STM yang bekerja di Proyek Hu’u. Laboratorium ini ditugaskan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Surat Keputusan No.443.23/13/P3KL/Dinkes/2020.

Arief Budi Witarto, kepala laboratorium genetik Sumbawa Technopark telah bersertifikat dari LIPI & RISTEK-BRIN (B-655/IPH.2/LT.02/IV/ 2020). Sampai dengan awal Desember 2020, STM telah melakukan 1.866 tes PCR untuk 1.750 orang dengan total hasil negatif sebanyak 1.704 orang dan 46 orang dinyatakan positif. Selain melakukan tes PCR, STM juga tetap melanjutkan program rapid test antigen sebagai tindakan pencegahan tambahan.

Sesuai dengan Covid-19 secure guidelines yang dimiliki perusahaan, STM mengharuskan semua karyawan dan kontraktor dari luar Dompu yang bekerja di Proyek Hu’u untuk menjalani tes PCR di daerah asal sebelum melakukan perjalanan ke Hu’u. Setibanya di Hu’u, mereka juga harus mengikuti karantina selama lima hari.

Selama masa karantina, tes PCR kembali dilakukan untuk memastikan mereka tidak tertular Covid-19 selama perjalanan menuju Hu’u. Apabila mereka mendapatkan dua kali hasil tes negatif, maka mereka diizinkan untuk masuk dan memulai pekerjaan dalam wilayah kerja Proyek Hu’u. Selama karantina, karyawan dan kontraktor ditempatkan di lokasi yang aman dan seminimal mungkin melakukan interaksi dengan orang lain.

STM dengan berkoordinasi bersama Puskesmas Rasabou dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu, telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan menerapkan protokol Covid-19 untuk menempatkan karyawan dengan hasil tes PCR positif di fasilitas karantina yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Dompu. Prioritas kami adalah keselamatan mereka, dan perusahaan akan terus memberikan bantuan yang diperlukan. STM juga terus berkoordinasi secara erat dengan Gugus Tugas Covid-19, Pemda Kabupaten Dompu dan Dinas terkait, serta Muspika Kecamatan Hu’u.

Dengan berbagai protokol yang diberlakukan oleh STM, dan khususnya penerapan tes PCR yang akurat, perusahaan berhasil mencegah personel terinfeksi Covid-19 sebelum mereka memasuki wilayah kerja perusahaan sehingga dipastikan tidak ada potensi penularan antar karyawan di lingkungan kerja STM.

STM kembali ingin menekankan pesan bagi seluruh karyawan, kontraktor, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan, memakai masker dan menjaga jarak fisik. Covid-19 akan tetap berisiko muncul kembali sampai vaksin ditemukan. Setiap saat, setiap orang, dimana saja, harus terus menjaga jarak, mempraktikkan hidup bersih dan memakai masker saat berbicara atau beraktifitas dengan orang lain. (ula/humas STM/*)