Konsep Sirkuit MotoGP Lombok, Menjual Balapan dan Keindahan Alam

Master plan The Mandalika lengkap dengan Street Race Sircuit-nya (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) Indonesia Tourism Development Corpoation (ITDC) selaku pengelola Kawasan The Mandalika memastikan lahan untuk pembangunan sirkuit MotoGP sudah clear. ITDC kini bisa fokus untuk mempersiapkan proses pembangunan sirkuit tersebut yang direncanakan dimulai paling telat Oktober 2019 mendatang. Sehingga ditargetkan akhir tahun 2020 mendatang, sirkuit MotoGP sudah selesai dibangun.

Demikian disampaikan General Support The Mandalika ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta, saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (24/2) malam. Ia menjelaskan, untuk membangun sirkuit tersebut ITDC akan mengganti Vinci, investor asal Perancis. ‘’Kita sudah menandatangi kesepakatan dengan pihak investor soal pembangunan sirkut MotoGP ini. Artinya, sirkuit ini harus dibangun. Kalau sampai terlambat kita yang bakal kena denda,’’ tegasnya.

Iklan

Ia mengatakan, mungkin ada sebagian pihak yang pesimis sirkuit MotoGP tersebut bakal selesai hanya dalam jangka waktu singkat. Tapi memang schedule yang ada seperti itu. Pembangunannya hanya sekitar satu tahun, sirkuit sudah tuntas.

Karena memang konsep sirkuit MotoGP yang akan dibangun itu sendiri berbeda dengan sirkuit kebanyakan yang sudah lebih dulu menggelar event MotoGP. ‘’Konsepnya balapan jalan raya. Sehingga yang penting jalannya sudah selesai dibangun, balapan sudah bisa digelar,’’sebutnya.

Soal kemudian tribun penonton dan fasilitas pendukung lainnya, nanti akan dibuat dengan konsep knockdown yang bisa dibongkar pasang. Jadi ketika sedang tidak ada balapan, tribunnya bisa dibongkar untuk dipasang kembali begitu ada event balapan lagi. Kecuali untuk fasilitas pembalas, kemungkinan akan dibangun permanen.

“Konsep sirkuit MotoGP ini nantinya akan dibuat sealami mungkin. Harapannya, selain bisa menikmati balapan, para penonton MotoGP juga bisa sekaligus menikmati keindahan alam di kawasan The Mandalika,’’ sebutnya.

Inilah yang membedakan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika dengan sirkuit lainya. Bukan hanya menjual balapannya saja. Tetapi juga menjual keindahan alam sekaligus.

Untuk kesiapan hotel sendiri, juga tidak ada persoalan. Karena ditahun 2020 mendatang, ditargetkan sudah ada sekitar 1.200 kamar tersedia di kawasan The Mandalika. Belum termasuk hotel dan penginapan diwilayah Kuta dan sekitarnya, Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar). Bahkan kalau tidak juga bisa menampung wisatawan, hotel-hotel di Pulau Bali juga banyak. Termasuk di kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh ITDC juga menyediakan kamar sekitar 5.000 kamar.

“Thailand saja yang sirkuitnya jauh dari pusat kota bisa menggelar balapan MotoGP. Apalagi kita, dengan begitu banyak fasilitas yang tersedia. Dan, jarak antara sirkuit dengan fasilitas pendukung serta pusat kota tidak terlalu jauh. Pastinya bisa menggelar event balapan sekelas MotoGP,” terangnya optimis.

Sementara Polda NTB mulai menyiapkan masteplan sistem pengamanan kawasan. Salah satu yang masuk dalam rencana pengamanan ialah perkuat kelembagaan polsek hingga polres.

“Ya, sistem pengamanan dikawasan akan kita perkuat. Dimulai dari tingkat polsek hingga polres,” sebut Kapolda NTB, Irjen. Pol. Drs. Achmat Juri, kepada Suara NTB saat ditemuai dikawasan Pantai Seneq Kuta Lombok Tengah (Loteng), Minggu (24/2).

Penguatan dalam hal ini bisa saja berupa penambahan personil maupun fasilitas pendukung. Karena bagaimanapun juga, MotoGP merupakan event dunia maka pola pengamanan juga harus menyesuaikan. Disemua tingkatan yang ada.

Untuk itu, pihanya akan terus mengikuti perkembangan proses pembangunan dikawasan The Mandalika. Sebagai rujukan bagi pihaknya nanti dalam merumuskan konsep serta sistem pengamanan yang akan diterapkan dikawasan The Mandalika. Termasuk dalam hal penambahan jumlah personil pengamanan.

Pasalnya, tingkat ancaman gangguan keamanan itu sangat menentukan jumlah persoanil yang ditempatkan. “Seberapa tinggi tingkat ancamana keamanan, itu akan menentukan penambahan personil serta fasilitas yang ada. Situasi ancaman juga berbeda disetiap waktunya,” terangnya.

Tapi yang jelas, dalam hal pengamanan pihaknya lebih fokus pada upaya-upaya preventif. Dalam artinya upaya refresif memungkinan tetap dilakukan. Tetapi lebih diutamakan upaya preventif, karena dirasa bisa efektif munculnya polemik ditengah masyarakatnya.

Disinggung soal rencana pembentukan polsek khusus di kawasan The Mandalika, Kapolda NTB mengaku sampai saat ini masih dikaji. Pihak ITDC juga sudah diajak komunikasi soal rencana tersebut. Tetapi mungkin masih akan melihat perkembangan yang ada.

Tetapi kalau dari sisi kelembagaan, Kuta sangat spesial. Karena sudah memiliki polsek tersendiri. “Jadi selain Polsek ditingkat kecamatan, kawasan Kuta juga punya polsek sendiri. Dan, ini mungkin satu-satunya di Indonesia disatu kecamatan memiliki dua polsek,” tandasnya.

Artinya, kalaupun pada akhirnya nanti polsek khusus kawasan The Mandalika tidak jadi dibangun, tinggal polsek yang ada diperkuat. Baik itu personilnya maupun fasilitas pendukung pengamanan yang ada. Prinsipnya pihak kepolisian siap mengamankan kawasan The Mandalika. Tentunya dengan dukungan semua pihak didaerah ini. (kir)