KONI NTB Diminta Perhatikan Gizi Atlet

Agus Suharyan (Suara NTB/dok)
top ads

Mataram (Suara NTB) – Forum Komunikasi Pelatih NTB mengatakan program latihan mandiri  merupakan kegiatan latihan atlet persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2021. Lewat program latihan itu KONI NTB diminta memperhatikan asupan gizi atlet.

“Saya tidak setuju bila kegiatan pelatihan mandiri atlet PON dianggap hanya sebagai menjaga kebugaran saja. Selama ini atlet latihan intensitas tinggi, tolong KONI NTB  memperhatikan  asupan gizi atlet,” ucap Agus Suharyan kepada Suara NTB di Mataram belum lam ini.

Iklan

Pernyataan ini dilontarkan Agus  berkaitan dengan  program latihan mandiri yang berdampak pada pengurangan honor pelatih. KONI NTB mengurangi honor pelatih karena program latihan mandiri berbeda dengan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON.

Selain mengurangi honor pelatih, KONI NTB juga tak lagi menanggung biaya makan dan minum atlet selama program latihan mandiri. Dalam hal ini atlet  akan mendapatkan honor seperti biasa.

Pengurus KONI NTB  berpendapat latihan mandiri  tidak seperti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON, sehingga  berdampak pada pengurangan honor pelatih dan biaya asupan Gizi atlet.

Diketahui, dua  bulan sebelumnya Pelatih menerima  honor sebesar Rp5 juta. Namun setelah diterapkan program latihan mandiri, kini honor pelatih  berkurang menjadi Rp 1,750 juta.  Pengurangan honor pelatih itu dianggap sebagai penyesuaian gaji pelatih setelah adanya perubahan program latihan. Dari sebelumnya Pelatda PON menjadi program latihan mandiri.

Menurut Agus, latihan mandiri seharusnya tidak sampai berdampak pada pengurangan honor pelatih. Pasalnya pelatih tetap bekerja profesional. “Kita tetap memberikan program latihan kepada atlet  seperti biasa. Kenapa honor pelatih dikurangi,” tanyanya. (fan)

  Jelang PON, Rambut Atlet Diwarnai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here