Konflik Tapal Batas Kecamatan di KSB Belum Tuntas

Taliwang (Suara NTB) – Konflik tapal batas antar kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga kini masih ada yang belum tuntas. Berdasarkan data Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) KSB, setidaknya ada tiga persoalan tapal batas antar kecamatan yang masih terus ditanganinya.

Adapun ketiga persoalan tersebut di antaranya, tapal batas antara kecamatan Jereweh dengan kecamatan Maluk, tapal batas antara kecamatan Taliwang dengan kecamatan Seteluk di titik kelurahan Sampir – desa Meraran dan ketiga tapal batas Taliwang dengan kecamatan Poto Tano di titik desa Kertasari – desa Tuananga.

Iklan

Kabag Pemerintahan Setda KSB, ME Ariyanto, S.Sos mengatakan, konflik ketiga tapal batas tersebut sejauh ini terus difasilitasi pihaknya untuk diselesaikan. Para pihak terkait mulai desa hingga pemerintah kecamatan dilibatkan secara aktif untuk mencari solusi terbaik agar penetapan batas antarwilayah kecamatan bisa dituntaskan. “Belum ada kesepakatan, tapi kita upayakan terus,” terangnya.

Untuk tapal batas Jereweh – Maluk, Ariyanto mengaku, Pemda KSB sebelumnya telah menerbitkan SK penetapan batas kedua kecamatan di tahun 2012. Terhadap SK tersebut, sejumlah pihak di kedua kecamatan tidak menyetujuinya dengan berbagai alasan yang harus menjadi pertimbangan kembali pemerintah kabupaten. “Kita sedang melakukan penelusuran ulang lagi terhadap SK itu, jadi kemungkinan bisa dilakukan revisi untuk menyelesaikan konfliknya,” timpalnya.

Selanjutnya untuk tapal batas Taliwang – Seteluk. Endang mengungkapkan, keberatan terjadi antara masyarakat Sampir dan Meraran. Selama ini warga keduanya, belum bersepakat terhadap tapal batas yang telah ditetapkan. Pemda KSB sendiri telah memfasilitasi tetapi tidak kunjung membuahkan hasil. “Terakhir kami akan minta pihak keccamatan keduanya, membuat kesepakatan untuk tidak sepakat terhadap batas yang ada. Dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya ke tim kabupaten,” tandasnya.

Demikian pula dengan tapal batas antara Taliwang – Poto Tano di desa Kertasari dan Tuananga. Di sana masyarakat kedua desa bersengka karena karena batas yang ada menurut mereka tidak sesuai dengan batas-batas penetapan sebelumnya. “Kami melihat sebenarnya tidak ada yang signifikan untuk dipersoalkan, tapi kami beusaha mengakomodir masyarakat agar semua berjalan baik,” papar Ariyanto.

Selain di ketiga titik tersebut, Arianto, kecamatan lainnya tidak ada persoalan. Seperti antara kecamatan Taliwang dengan Barang Ene, Taliwang dengan Brang Rea, Maluk dengan Sekongkang dan Poto Tano dengan kecamatan Seteluk. “Kalau yang ini tinggal dipasang saja PBU-nya (pal batas utama) karena memang kedua pihak sudah sepakat,” sebutnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here