Konflik Lahan Disinyalir dari Penghalang Investasi

Selong (Suara NTB) – Konflik lahan-lahan strategis di daerah pariwisata disinyalir menjadi salah satu penghalang realisasi investasi. Hal ini  terjadi di sebagian besar wilayah di Kecamatan Jerowaru. Banyaknya pihak yang mengklaim kepemilikan lahan membuat rencana investasi tidak bisa terealisasi.

Camat Jerowaru, Lalu Zulkifli pada Suara NTB, Kamis, 18 Mei 2017, mengaku, di wilayah Kecamatan Jerowaru ada 36 investor yang masuk. Akan tetapi, investor-investor tersebut dianggap kempes, karena sudah lama sekali tidak kunjung merealisasikan investasi.

Iklan

Modus praktik para investor yang dianggap kurang jelas adalah membeli tanah di sebuah lokasi, akan tetapi hanya dengan membayar uang muka saja sebagai pengikat warga. Setelah membayar, ada orang yang diminta menjaga lahan. Namun, si pembeli tanah ini tidak kunjung datang.

Alasan tidak ada  tindak lanjut pembayaran, pemilik kemudian menjual ke orang lain. Orang lain setelah membayar uang panjarnya pun turut menghilang. Anehnya, di atas lahan-lahan tersebut sudah ada surat menyurat tanah. Seperti Surat Penagihan Pajak Terhutang (SPPT) atas nama orang yang berbeda-beda. Surat-surat tanah begitu mudah dibuat waktu dulu.

Camat Jerowaru ini juga mensinyalir, ada pihak-pihak luar daerah yang sengaja ingin mengacaukan investasi yang masuk ke Lombok, khususnya Lombok Timur. Orang ini sengaja melakukan permainan membeli tanah dan sengaja menelantarkannya agar daerah tersebut tidak diminati lagi oleh investor lain.

Padahal, menurut pandangan Camat Jerowaru ini, potensi wisata Jerowaru sangat luar biasa. Garis pantai yang membentang di sepanjang pesisir wilayah kecamatan paling selatan Lotim ini memperlihatkan panorama yang menimbulkan decak kagum bagi setiap yang datang melihatnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, H. Haryadi Djoewayni mengakui kendala lahan menjadi penyebab investasi di bidang pariwisata ini terkendala. Pihaknya mengharapkan, masalah lahan ini bisa segera teratasi, sehingga rencana-rencana investasi di daerah selatan itu segera diselesaikan.

Diketahui, pemerintah provinsi juga pernah mewacanakan akan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Lotim Selatan, seperti  penuturan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat bertandang ke Lotim beberapa waktu lalu. Hanya saja masih belum mulai dan saat ini pemerintah provinsi masih fokus untuk pengembangan KEK Mandalika di Lombok Tengah. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here