Kondusif, Perayaan Tahun Baru di Loteng

Satresnarkoba Polres Loteng menggeledah salah satu kamar hotel di kawasan The Mandalika Kuta, dan mengamankan ratusan kotak obat-obatan yang diduga dijual secara ilegal menjelang malam tahun baru. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Perayaan pergantian tahun di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berlangsung aman dan kondusif. Upaya pengetatan akses masuk warga yang dilakukan aparat Polres Loteng nyatakan cukup berhasil menekan potensi munculnya gangguan keamanan. Bahkan, sejumlah pelaku kejahatan berhasil dibekuk selama operasi yustisi berlangsung, jelang dan setelah perayaan tahun baru.

Alhamdulillah kondisi daerah kita cukup kondusif selama perayaan tahun baru,” sebut Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., Sabtu, 2 Januari 2021.

Diakuinya, ada gangguan keamanan yang terjadi. Tetapi masih bisa ditangani, sehingga tidak sampai meluas.  Pihaknya aku Esty harus bekerja ekstra keras dalam mengamankan perayaan tahun baru kali ini. Namun berkat dukungan aparat TNI, unsur pemerintah daerah dan elemen lainnya pengamanan tahun baru bisa berjalan lancar. “Ini semua tidak lepas dari dukungan semua elemen di daerah ini,” ujarnya.

Data yang diterima dari Humas Polres Loteng, menyebutkan operasi pengamanan perayaan tahun baru sudah mulai digelar sejak Rabu (30/12/2020). Kegiatan diawali dengan operasi skala besar di kawasan wisata Kuta Mandalika diikuti unsur TNI, Satpol PP serta Perhubungan dan BNN Provinsi NTB. Dalam operasi tersebut aparat berhasil mengamankan pasangan mesum serta melakukan tes urine terhadap sejumlah pengunjung kawasan The Mandalika tersebut.

Tidak hanya itu, dalam penggerebekan di salah satu kamar hotel di kawasan The Mandalika Kuta, personel Satresnarkoba Polres Loteng mengamankan seorang pria berinisial BA (28) warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang diduga mengedarkan obat-obatan secara ilegal dan kedaluwarsa. Pasalnya, saat diperiksa pelaku tidak bisa menunjukkan izin menjual obat-obatan. Dalam penggerebekan tersebut total polisi mengamankan ratusan kotak obat siap jual.

Sehari berselang, polisi juga berhasil mengamankan dua pemuda lagi berinisial PS (19) dan SH (17) asal Dese Beleka Kecamatan Praya Timur, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Kedua pelaku tertangkap dalam operasi yang digelar jajaran Polsek Janapria. Bersamaan dengan itu, polisi juga menyita minuman keras (miras) tradisional siap edar.

Berlanjut pada Sabtu, 2 Januari 2021 polisi kembali menggelar operasi penyekatan di jalur Labulia dan mengamankan seorang tukang ojek serta perempuan berinisial SS warga Rembiga Kota Mataram. Perempuan 37 tahun tersebut diamankan karena kedapatan membawa satu paket narkoba jenis sabu-sabu. Kepada polisi pelaku mengaku baru membeli narkoba tersebut di wilayah Cakranegara Kota Mataram.

Selain kasus narkoba, aparat Polres Loteng juga mengamankan pelaku aksi kekerasan dan pencurian dengan pemberatan (curat). Masing-masing BN (40) warga Korang Rembiga Kecamatan Kopang. BN yang merupakan juru parkir di salah satu retail modern tersebut ditangkap setelah nekat menebas M. Ady dengan senjata tajam hanya, karena tidak bersedia membayar uang parkir, pada Kamis, 31 Desember 2020.

Kemudian pada Sabtu sore, seorang warga warga Kampung Jempong Timur Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela, IH (45) dibekuk setelah diduga menjambret Yeni Febrianti (21) Desa Sukadana, di jalan umum Desa Sengkol. Pelaku sempat ditangkap warga setelah terjatuh dari motor Honda Vario miliknya sebelum diamankan aparat kepolisian. “Kejadian penjambretan berlangsung sekitar pukul 16.15 wita,” sebut Kapolsek Pujut Iptu Lalu Abdurrahman. (kir)