Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Mulai Robohkan Bangunan

Mataram (Suara NTB) – Beberapa warga di Kota Mataram sebelumnya telah meminta agar bangunan rumahnya dirobohkan. Hal ini disebabkan karena kondisinya yang sudah mulai mengkhawatirkan. Pada Jumat, 24 Agustus 2018 Pemkot mulai merobohkan bangunan rumah salah satu warga di Lingkungan Kamasan Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang.

“Kita sudah mulai melakukan pembongkaran rumah yang oleh pemiliknya sudah disetujui untuk dibongkar. Kita mulai dengan salah satu rumah di Lingkungan Kamasan ini,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura.

Iklan

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana juga melihat secara langsung proses pembongkaran rumah warga itu. Ia juga sekaligus melihat kondisi pengungsian di lingkungan itu. Ia juga mengatakan masih dapat menerima laporan apabila ada warga yang ingin rumahnya dirobohkan karena kondisinya dianggap mengkhawatirkan atau sudah tidak layak huni akibat gempa.

“Kita masih terima kalau memang masih ada warga yang ingin rumahnya dirobohkan. Nanti kan laporannya bisa langsung ke kelurahan, nanti mekanismenya ada. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perkim Kota Mataram untuk dicek dulu kondisi fisik bangunannya,” ujarnya.

Setelah ini akan ada empat rumah lagi di Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Mataram. Pemkot Mataram sudah melakukan pengecekan kondisi bangunan dan dinyatakan perlu untuk dilakukan tindakan merobohkan bangunan itu. Sehingga tidak membahayakan warga atau rumah yang ada di sekitarnya.

“Satu-satu dulu, karena tenaga kita yang merobohkan bangunan ini kan terbatas. Setelah ini, baru kita mulai lakukan tahap awal perobohan untuk rumah yang ada di Dasan Agung,” ujarnya.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram menerjunkan lima orang petugas untuk merobohkan rumah dua lantai di Lingkungan Kamasan itu. Proses untuk merobohkan bangunan itu dilakukan dalam waktu dua hari.

“Kalau melihat jumlah tenaga kita yang ada, kemungkinan kita bisa selesaikan dalam waktu dua hari. karena kita perlu rusakin dulu bagian atasnya. Kalau yang di bawah itu bisa pakai alat berat,” kata Tura.

Ia berharap proses pembongkaran bangunan rumah yang dalam kondisi mengkhawatirkan ini dapat dilakukan dengan sempurna. Sehingga tidak membahayakan bangunan yang ada di sekitarnya. (lin)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional