Kondisi Jalan Pemukiman Rumah Apung Mengkhawatirkan

Nampak akses jalan menuju rumah apung, desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang yang sudah tidak lagi terawat. (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Puluhan kepala keluarga (KK) yang bermukim di rumah apung, Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang berharap jalan pemukiman yang kondisinya mengkhawatirkan segera diperbaiki. Pasalnya, banyak warga setempat yang terpeleset lantaran jalan yang bolong karena papannya banyak patah. Tak hanya itu, masalah lampu permukiman juga dianggap belum optimal, sehingga rawan terjadi masalah.

“Saya mewakili warga di rumah apung, meminta kepada Pemkab untuk segera menyikapi masalah jalan pemukiman yang saat ini dalam kondisi kritis. Karena jujur saja sudah empat tahun warga kami tinggal disitu, belum ada penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah. Masalah ini juga sudah sering disuarakan, tapi sampai dengan saat ini tidak kunjung ada penanganan maksimal. Jika kondisi ini dibiarkan terus berlarut, maka masyarakatlah yang paling dirugikan,” ujar Kepala Desa Labuhan Lalar, Rahmanuddin, kepada Suara NTB.

Iklan

Dikatakannya, jalan pemukiman yang berada dalam kondisi rusak saat ini merupakan akses satu-satunya yang bisa digunakan oleh masyarakat. Maka dari itu, penanganan secara maksimal harus bisa dilakukan secara cepat supaya tidak ada lagi kejadian warga yang terpeleset dan jatuh.

Pihaknya sudah mengupayakan supaya jalan ini bisa ditangani melalui anggaran APBDes, tetapi di aturan tidak membolehkan untuk hal tersebut. Apalagi aset puluhan unit rumah apung tersebut masih belum jelas statusnya apakah sudah dihibahkan daerah atau masih kewenangan pemerintah pusat.

Jika aset rumah tersebut diserahkan ke Desa, maka berapapun dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan tersebut tetap diberikan karena kondisinya sudah sangat mendesak. Belum lagi selama empat tahun jalan yang terbuat dari papan tersebut tidak ada penanganan apapun dari Pemerintah baik kabupaten maupun Pusat. Sehingga masyarakat dengan secara terpaksa melakukan pengumpulan dana untuk melakukan perbaikan akses jalan tersebut secara mandiri meskipun tidak bisa bertahan lama.

“Kami sangat berharap agar masalah jalan ini bisa segera diperbaiki agar warga kami tidak merasa was-was lagi ketika melintas. Jika pemerintah tidak mampu, hibahkan ke Desa saja biar kami yang akan tangani karena kondisinya sudah sangat mendesak untuk dilakukan perbaikan,” tukasnya.

Menanggapi masalah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, H. Abdul Azis, SH., MH mengatakan, memang untuk penanganan akses jalan ke rumah apung sudah dipikirkan sejak lama dan akan diupayakan bisa ditangani segera. Bahkan pihaknya akan mencoba mengganti jalan yang terbuat dari papan saat ini dengan beton supaya bisa kuat dan tidak mudah rusak. Sehingga masyarakat tidak lagi merasa khawatir pada saat melintasi jalan tersebut. Karena pada prinsipnya pelayanan kepada masyarakat merupakan hal yang paling utama untuk diwujudkan.

Pihaknya juga berencana untuk penanganan jalan tersebut bisa dilakukan di APBD-P karena di APBD murni sudah ditutup. Kalaupun tidak bisa di APBD-P, maka akan dilanjutkan di APBD murni tahun 2021 sebagai penanganan prioritas yang harus dilakukan.

“Kami tetap akan upayakan jalan yang saat ini mengkhawatirkan bisa ditangani, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa khawatir pada saat melintasi. Kami juga akan terus mendorong supaya perbaikan jalan tersebut tidak lagi menggunakan papan melainkan beton supaya lebih kuat dan tahan lama,” pungkasnya. (ils)