Kondisi Badan Jalan Mulai Retak, Proyek Penataan Senggigi di Makam Batulayar Terancam Ambruk Lagi

Proyek penataan Senggigi yang berlokasi di Makam Batulayar berpotensi ambruk. Di lokasi sudah dipasang garis polisi oleh Polsek Senggigi.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek penataan kawasan Senggigi, persisnya yang berada di Makam Batulayar terancam ambruk lagi. Menyusul kondisi badan jalan di lokasi yang ditata sudah retak. Bahkan titik yang retak itu diberi tanda. Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, saat ini lokasi itupun sudah dipasang pembatas menggunakan police line oleh kepolisian.

Informasi yang diperoleh media, kondisi keretakan badan Jalan di lokasi proyek makam Batulayar itu memang sudah dikawatirkan sejak terjadi longsor di beberapa titik proyek di kawasan itu. Bahkan sebelum dipasangkan pembatas, titik itu sudah diberi tanda menggunakan warna.

Iklan

Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah untuk penanganan sementara di lokasi dengan memasang pembatas police line. “Sudah (pasang pembatas),  baru yang di bagian pinggir kalau di tengah belum,” jelasnya, Minggu, 28 Februari 2021.

Untuk penanganan lalu lintas lebih lanjut di jalur itu pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Lobar.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Dan penataan ruang (PUPR) Made Arthadana mengatakan berdasarkan hasil rapat dengan semua pihak terkait, termasuk Balai Jalan, jika akses jalan nasional di kawasan Senggigi itu beberapa titik berpotensi longsor. Sehingga pihak kementerian terkait tidak hanya mengkaji titik longsor itu saja, namun secara keseluruhan ruas Jalan hingga daerah Pemenang totalitas. “Karena bisa jadi beberapa titik lain juga rawan longsor, baik di kawasan Senggigi yang butuh perhatian dan penanganan cepat terhadap struktur jalan itu. Sehingga TRC kementerian bersinergi dengan kami juga untuk sama-sama menganalisa dan mengkaji,”ujar dia.

Termasuk juga, dari BWS bagaimana menangani masalah pengendalian ombak, sehingga kajian dilakukan secara komprehensif.

Terkait penanganan Longsor di Senggigi, semua pihak, seperti pemda, rekanan dan balai jalan maupun BWS akan melakukan penanganan sesuai dengan kewenangan. Khusus titik longsor di kawasan Sheraton, tampaknya bisa lebih cepat, karena ada anggaran pemeliharaan jalan yang bisa diarahkan ke sana. Sedangkan untuk penanganan perbaikan kawasan Alberto, sudah diajukan ke pusat. Kemudian untuk di kawasan Pasific sedangkan dibahas untuk penanganan.  Diperkirakan dari tiga titik longsor ini bisa ditangani dalam waktu dua tiga bulan ke depan. (her)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional