Komunitas Pegiat Sosial Narmada Solidarity Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Komunitas pegiat sosial Narmada Solidarity bersama Camat Narmada berada di rumah milik warga yang telah dibangun. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) -Komunitas pegiat sosial Narmada Solidarity membangun rumah layak huni untuk Inaq Mahri alias Inaq Ret warga Dusun Nyiurlembang Barat Desa Nyiurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Dana pembangunan rumah ini berasal dari sumbangan para donatur dan uang kas dari anggota Narmada Solidarity. Senin, 23 Agustus 2021, dilakukan syukuran atas selesainya pembangunan rumah yang berukuran 3 X 4 meter tersebut.

Kordinator Narmada Solidarity, Komang Agus menjelaskan meskipun di masa pandemi, Narmada Solidarity tetap menjalankan kegiatan sosialnya. Di mana dari kegiatan berbagi sambako yang dilakukan selama ini, ia dan anggota menemukan rumah Inaq Ret yang sudah tidak layak huni, karena terbuat dari bedek dan bambu.” Di masa pandemi ini, kami tetap ingin mengajak masyarakat untuk berbagi, “ajaknya saat syukuran. Untuk membangun rumah ini, dibutuhkan biaya sekitar Rp6 juta. Dana ini terkumpul dalam waktu satu pekan, sejak dimulainya pembangunan rumah ini pada Sabbtu pekan lalu.

Iklan

Selain bantuan para donatur, dana pembangunan rumah ini juga bersumber dari uang kas Narmada Solidarity yang masih tersisa dari kegiatan pembangunan rumah sebelumnya. Untuk tahun 2021, baru satu rumah ini yang dibangun oleh Narmada Solidarity. Tahun 2020 lalu, jumlah rumah yang dibangun sebanyak tiga unit dari rumah yang tidak layak huni, menjadi rumah yang layak huni. ” Tahun ini baru satu rumah ini, ” jelasnya.

Sementara itu anggota Narmada Solidarity, Lalu Darma menambahkan proses bedah rumah atau pembangunan rumah berjalan lancar atas dukungan dari semua pihak. “Alhamdulillah proses bedah rumah inak Mahri berjalan sesuai harapan berjalan lancar, terima kasih kami ucapkan untuk kawan-kawan NS (Narmada Solidarity) dan para donatur tidak bisa disebutkan satu persatu,” ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh komunitas Narmada Solidarity tidak terlepas dari peran serta para donatur, dan kacamatan yang selalu mendukung kegiatan.” Pesan saya mari berbuat baiklah pada semua orang jangan pernah menanyakan siapa mereka dan dari mana asal mereka, “ajak Darma.

Pemilik rumah Inaq Ret, merasa bahagia dengan selesai dibangun rumah miliknya. Nenek satu anak tiga cucu ini, tidak pernah menyangka rumahnya yang terbuat dari bambu dan bedek bisa dibangun dalam waktu satu minggu. “Alhamdulillah, sangat bahagia dengan rumah saya yang sudah selesai dibangun ini, ” katanya.

Ia mengaku tinggal sendiri di rumah tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia bekerja serabutan, namun hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.”Rumah ini sudah sangat layak, saya tinggal sendiri di sini,”tuturnya.

Sementara itu, Camat Narmada M. Byusairi yang menghadiri syukuran rumah menyampaikan apresiasi kepada Narmada Solidarity. Apa yang dilakukan oleh Narmada Solidarity, sangat membantu pemerintah dalam upaya menuntaskan rumah tidak layak huni. “Program-program yang ada seperti ini sangat membantu pemerintah ditengah keterbatasan pemerintah menyiapkan anggaran melalui program-programnya, ” ujarnya.

Dari pihak kecamatan berharap agar Narmada Solidarity tetap eksis dalam berkegiatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. ” Kita dari Kecamatan tetap mendukung, dan berharap komunitas ini tetap istikomah, disaat teman ini butuh, kita juga akan bantu untuk mencarikan donatur, ” ajaknya. Ke depan, pihak kecamatan akan memfasilitasi agar komunitas ini bisa bergandengan dengan Baznas Lombok Barat dalam melakukan perbaikan rumah. Hal ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu, namun kemarin program Baznas banyak di Sekotong. Tahun ini atau tahun depan diharapkan bisa tersebar di semua kecamatan. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional