Komposisi Senator dari NTB Berpeluang Berubah Total

Ilustrasi Pemilu 2019 (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Proses rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu 2019 di tingkat kecamatan di seluruh NTB hampir rampung. Perolehan suara sementara untuk calon anggota DPD RI, yang diolah Suara NTB dari berbagai sumber memperlihatkan hasil yang cukup mengejutkan.

Untuk sementara ini, empat calon petahana anggta DPD memiliki perolehan suara dalam posisi yang tidak aman, mereka masih rawan untuk terpental. Pasalnya sampai saat ini, konfigurasi empat besar perolehan suara DPD,  masih dipegang oleh calon penantang. Mereka adalah, H. Achmad Sukisman Azmy, Irzani, Evi Apita Maya, dan TGH. L. Gede Syamsul Mujahidin.

Iklan

Perolehan suara tertinggi masih diduduki oleh Achmad Sukisman Azmy. Hal itu diperlihatkan oleh data yang diolah sejumlah calon anggota DPD. Terakhir, data milik calon anggota DPD nomor urut 26, Evi Apita Maya juga menunjukkan bahwa Sukisman Azmy masih unggul memimpin.

‘’Dari hasil rekapitulasi kami, posisi suara pertama itu Pak Sukisman Azmy, dia masih tertinggi,’’ kata Evi yang ditemui Senin (29/4) di Mataram.

Posisi suara dua besar ditempati oleh Evi sendiri. Ia mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sebesar 213 ribu suara dari hasil tabulasi sementara. Kemudian posisi ke tiga menyusul Irzani, dan Gede Syamsul Mujahidin masih bersaing ketat dengan Baiq Dyah Ratu Ganefi, yang diikuti oleh Ali A. Rahim.

Evi kemudian memaparkan asal suaranya yang cukup signifikan tersebut. Ia mangaku perolehan suaranya hampir merata di kabupaten/kota. Di Mataram suara sementara yang sudah masuk sebesar 17 ribu. ‘’Di Mataram ada tiga kecamatan yang belum masuk, Selaparang, Mataram dan Sandubaya,’’ katanya.

Kemudian KSB dari 100 persen kecamatan, ia mendapat 10 ribu suara, dan  Dompu dari semua kecamatan ia berhasil mengumpulkan suara sebesar 21 ribu lebih. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa ia mendapat suara sebesar 30 ribu lebih yang dikumpulkan dari 17 kecamatan, dan tujuh kecamatan masih belum masuk.

  Longsor Pusuk Sembalun Renggut Satu Nyawa

Di Lombok Barat, ia mendapat suara sebanyak 40 ribu, kemudian Lombok timur juga sebanyak 40 ribu lebih, tapi dilotim ada 13 kecamatan yang belum masuk sehingga ia memperkirakan perolehan suara di Lotim masih berpeluang meningkat.

‘’Di Loteng belum final, karena sebagian besar kecamatan belum masuk, sehingga suara saya yang sudah masuk baru 11 ribuan, itu malah bisa bertambah kalau kecamatan yang sudah masuk. Nah di KLU itu lumbung kita, data sementara kita tertinggi di sana dengan suara sebanyak 19 ribu, urut kedua Irzani dengan  11 ribu,’’ sebutnya.

Sedangkan di Kabupaten Bima sendiri, Evi  mendapatkan suara  sebesar 34 ribu. Suaranya saling kejar-kejaran dengan Farouk Muhammad dan Ali Rahim. Sedangkan di Kota Bima, ia mendapat 6.000 suara lebih. ‘’Kita bicara karena kita punya data yang berbasis dari data DA1 (hasil rekapitulasi kecamatan),’’ katanya.

Besarnya perolehan suara Evi Apita Maya tersebut juga terkonfirmasi dari data rekapitulasi internal Irzani. Bahkan Irzani sendiri menyebutkan bahwa perolehan suara Evi sangat mengejutkan. Mengingat nama Evi sebelumnya tak masuk hitungan yang digadang-gadang akan mendulang suara.

Dikonfirmasi terkait perolehan suara yang sangat signifikan itu, bahkan sampai melampaui empat calon petahana, Evi mengaku hal itu tidak lepas merupakan bagian dari hasil kerja keras tim pemenangannya yang tidak kenal lelah blusukan untuk menyosialisasikan dirinya.

‘’Saya jawab alasan kenapa saya bisa unggul. Itu bukan suara aji mumpung, tapi merupakan hasil kerja keras kami. Kami sudah bergerak dari satu tahun yang lalu di setiap wilayah NTB bersama tim yang solid dan masif. Hanya saja kami tidak muncul karena kami tidak pernah publikasi ke media setiap aktivitas kami,’’ jelasnya.

  Pilkada Mataram, Golkar Belum Temukan Calon Pendamping Mohan

Rumor juga menyebutkan bahwa mengapa Evi mendapatkan suara yang sangat besar, lantaran banyak masyarakat yang memilihnya karena melihat penampilan fotonya sebagai anggota DPD RI yang terlihat tampil sangat cantik. Banyak masyarakat yang mengagumi kecantikan Evi sebagai alasan menjatuhkan pilihan pada Evi.

Menanggapi hal itu, Evi tidak menampiknya, bahwa ia juga mendengar banyak masyarakat yang memilihnya karena terlihat cantik dalam foto pencalonan anggota DPD-nya. ‘’Terkait itu, tanggapan saya apapun itu ungkapan dari masyarakat, itu anugerah. Itu cara Tuhan membantu kami. Tapi yang jelas kami juga kerja keras dan kerja tim,’’ jelasnya.

Disampaikan Evi, bahwa ia bukanlah orang baru dalam dunia politik. Ia mengaku telah lama bergelut di ranah politik. Pertama kali ia masuk dunia politik saat di bergabung sebagai kader PAN pada saat baru pertama kali didirikan di NTB.

‘’Saya adalah adik dari pendiri PAN NTB, Pak Antoni Amir. Di PAN dulu Wakil Bendahara, Wakil Ketua. Kemudian saya pindah ke Hanura, saya salah satu dari tim sembilan pembentukan Hanura di NTB satu-satunya perempuan. Saya jadi Bendahara Umum,” kata Evi yang sudah pernah jadi Caleg itu. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here