Komplotan Residivis Curanmor Dapat Korban Lagi

Dua pelaku pencurian sepeda motor di perumahan Mahkota Bertais, Sandubaya, Mataram (kiri) diinterogasi usai ditangkap di Terara, Lombok Timur.(Suara NTB/Polsek Cakranegara)

Mataram (Suara NTB) – Residivis yang tiga kali masuk penjara, MH alias Ali belum jera mencuri. MH diduga merupakan anggota jaringan curanmor yang beraksi berkelompok. Ciri-cirinya mereka menyasar kompleks perumahan dan beraksi pada malam hari sampai menjelang pagi hari.

Kapolsek Cakranegara Kompol Nasrullah menjelaskan, tersangka MH ini tidak bisa beraksi sendiri. “Selalu berboncengan. Ada yang sebagai pemantau, ada yang pemetik yang perannya mengambil motor,” ujarnya, Jumat, 25 Juni 2021. Kejadian terakhir yang membuat MH kembali ke penjara yakni dugaan pencurian di Perumahan Mahkota, Bertais, Sandubaya, Mataram. Korbannya, memarkir motor di depan rumah. Motor sudah dikunci stang.

Iklan

Tapi korban kaget ketika motornya sudah raib. Meski demikian, korban tidak terlalu khawatir. Selain karena sudah melapor polisi, motor Honda Vario milik korban sudah dipasangi alat pelacak. “Motor itu sudah dipasang GPS,” kata Nasrul. Berbekal itu alat pelacak lokasi itu, motor kemudian terpantau berada di Dusun Segenit, Terara, Lombok Timur. Hal itu mengindikasikan motor benar dicuri dan diduga digadaikan ke orang lain. Tim Opsnal pun langsung mendatangi lokasi seperti ditunjukkan GPS.

Rumah terpantau parkir di rumah Amak Simbah. Di rumah itu pula ada MH yang diduga sebagai eksekutor yang mencongkel kunci kontak motor kemudian membawanya kabur. “Di sana dia hendak menggadaikan motor itu ke orang lain,” sebut Nasrul. MH yang sudah tertangkap tidak bisa mengelak lagi saat disodorkan bukti-bukti. Lantas, MH menyebut nama orang lain yang membantu dia mencuri motor tersebut. “Ada dua orang yang masih buron. inisialnya AS dan MS. Mereka yang tugasnya memantau,” imbuhnya.

Dua orang itu kini masuk daftar pencarian orang. juga diamankan dua sepeda motor lain di rumah Simbah. Sedang ditelusuri apakah motor tersebut hasil pencurian atau tidak. “Yang buron ini sedang kita kejar,” tutup Nasrul. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional