Komitmen Subagio Cetak Atlet Berprestasi

Mataram (Suara NTB) – Asalnya memang dari Jawa. Namun, Subagio memiliki komitmen memajukan prestasi  olahraga aletik di NTB. Sejak tahun 1990 menjadi pelatih atletik di NTB, pria  berdarah Jawa ini sudah banyak melahirkan atlet berprestasi nasional. Di usianya yang sudah menginjak 49 tahun ini Subagio mengaku tetap berkomitmen untuk terus mencetak atlet berprestasi nasional.

“Saya memang berasal dari Jawa, tapi saya akan tetap berkomitmen menjadi pelatih atletik NTB.  Motto saya adalah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ucapnya ketika diwawancara Suara NTB belum lama ini.

Iklan

Pelatih atletik kelahiran, Purworejo, 30 September 1968 ini pertama menginjak NTB yakni tahun 1990. Ayah tiga anak ini hijrah ke NTB setelah mendapat tugas  sebagai tenaga edukatif guru olahraga di SMP Negeri 3 Mataram, yang dulunya disebut SMP dolar.

Subagio resmi terjun sebagai pelatih atletik tahun 1995  setelah dia disertakan oleh  Pemprov NTB  mengikuti Penataran pelatih atletik  “level one”di Jakarta untuk melatih atlet atletik di NTB. Usai pelatihan itu Subagio mendapatkan sertifikat pelatih atletik  berlisensi level dunia. Dengan  mengikuti penataran pelatih “level one” Subagio bisa melatih atlet lokal NTB hingga atlet level dunia.

Karena memiliki lisensi pelatih “level one” Subagio mendirikan sebuah klub  aletik di Mataram dengan diberi nama AAC (Ampenan Athletic Club). Subagio yang semula menyukai olahraga sepak bola ini membina sebanyak 20 atlet lewat AAC itu. Dari 20 atlet yang dibina itu lahir beberapa atlet nasional seperti Fransiskus Saverius atlet lari gawang terbaik NTB tahun 2008.

Karena sukses menelurkan beberapa  atlet nasional, tahun 2000 Subagio dipanggil untuk melatih atlet PPLP NTB. Di PPLP NTB, Subagio melatih hingga tahun 2007. Pasalnya, mulai tahun 2008 Subagio sudah dipanggil oleh PB PASI untuk melatih atlet Pelatnas di Jakarta.

Kiprah Subagio sebagai pelatih Pelatnas cukup panjang. Kurang lebih empat tahun menjadi pelatih Pelatnas, Subagio memilih kembali melatih atlet NTB di tahun 2012.  Di NTB Subagio menangani beberapa atlet terbaik NTB, seperti Ridwan, Andrian dan Safwaturrahman, Abdul Razak dan Arif Rahman  pernah dilatih oleh Subagio saat di Pelatnas.

Selain itu Subagio juga sukses membawa tim atletik NTB di PON tahun 2016. Dia menangani atlet atletik spesialis nomor 100 meter dan 200 meter putra dan putri. Dimana pada PON 2016 atlet atletik NTB berhasil membawa pulang lima medali emas.

Subagio mengakui bahwa kiprahnya sebagai pelatih atletik NTB karena tidak lain dari pengabdianya untuk daerah NTB. Pasalnya di luar sana cukup banyak yang menawarkan jasa pelatih NTB dengan gaji yang tinggi namun Subagio tidak akan pernah mengkhianati NTB.

Bagi Subagio, dimana  bumi dipijak disitu langit dijunjung. Dalam hal ini sejak berdomisili di NTB tahun 1990 dia sudah mengabdikan diri sepenuhnya untuk NTB. Dalam hal ini dia rela berdarah-darah di lapangan demi mengangkat Marwah NTB di kancah nasional lewat prestasi putra dan putri NTB di cabang olahraga atletik.

Ke depan, Subagio optimis bila cabor atletik bisa meraih medali  lebih banyaklagi di PON 2020. Namun untuk meraih kesuksesan di PON 2020, sistem pembinaan atlet harus semua dibenahi. Dalam hal ini  bersinergi Pengprov PASI NTB, Perguruan Tinggi , KONI dan Dispora NTB harus ditingkatkan lagi.  Tentunya empat pilar itu memiliki visi dan misi yang sama. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here