Komisioner dan Staf KPU Sumbawa Negatif Covid-19

Sekretaris KPU Sumbawa ketika di swab test

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Jajaran komisioner dan staf kesekretariatan KPU Sumbawa telah menjalani test swab dalam rangka menghadapi Pilkada 9 Desember mendatang. Dari pemeriksaan, semuanya dinyatakan negatif covid-19. Hasil swab tersebut diterima pada Jumat, 27 November 2020.

Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin, S.E membenarkan hal tersebut.  Jajaran KPU diakuinya telah melakukan swab test pada Kamis, 26 November 2020. Mengingat, sesuai regulasi untuk KPU langsung dilakukan swab. “Karena kita lebih banyak mobilitas, maka kita lakukan swab. Hari ini semua hasilnya sudah diterima. Seluruh jajaran KPU itu negatif berdasarkan hasil swab,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain seluruh jajaran KPU, saat ini juga masih berproses rapid test terhadap 10.272 orang penyelenggara adhock. Terdiri atas 192 PPK, 990 PPS, 7.070 KPPS, dan 2.020 petugas ketertiban TPS.  Rapid test dilaksanakan mulai tanggal 27 sampai dengan 29 November di puskesmas masing-masing kecamatan. Namun karena ini menyangkut orang banyak, yang tidak sempat hadir dilakukan rapid test pada tanggal 30 dan seterusnya. Sehingga dipastikan semua penyelenggara yang 10.272 orang itu hasil rapid test-nya adalah non reaktif pada tanggal 9 Desember mendatang.

“Proses hari ini berjalan Alhamdulillah sudah 70 persen yang sudah terlayani. Kita menunggu informasi. Bila memang dinyatakan reaktif, maka kita akan siapkan lakukan pengganti. Bila berdasarkan analisis teman analis kesehatan umpamanya belum terlalu mengarah ke covid, maka dilakukan rapid test ulang. Kalau memang hasilnya juga masih reaktif, maka itu sudah ranah regulasi pemerintah terhadap masyarakat yang hasilnya reaktif dilakukan swab test. Kita berharap semuanya sebelum tanggal 9 Desember kita sudah dapat hasilnya. Yang pasti yang kita pekerjakan dan izinkan untuk bekerja tanggal 9 Desember itu adalah mereka yang memang hasil rapid tesnya non reaktif,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, KPU Sumbawa juga mengantisipasi interaksi penyelenggara dengan masyarakat pemilih yang begitu banyak. Yakni dengan menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di TPS. Nantinya di TPS akan disiapkan pelindung wajah, masker sekali pakai, termogan, tempat cuci tangan, tisu, sarung tangan plastik dan sarung tangan karet. Bahkan di setiap TPS juga disiapkan baju hazmat bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derakat celcius. Mereka akan diberikan kesempatan memilih di TPS khusus yang telah disiapkan. “Itu dari sisi kesiapan kita menjalankan protokol covid-19,” pungkasnya. (ind)