Komisi VI Soroti Kekurangan Kamar Hotel Tampung Penonton MotoGP 2021

Abdul Hakim Bafagih (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Komisi VI DPR RI menyoroti masih minimnya jumlah kamar hotel untuk menampung penonton MotoGP Mandalika 2021 mendatang. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diminta mendorong dan mempercepat pembangunan sejumlah hotel di kawasan tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Hakim Bafagih di Mataram, Selasa, 20 Oktober 2020 kemarin mengatakan, dalam rapat bersama Direktur Utama ITDC dan Gubernur di Kawasan Wisata Senggigi, Senin, 19 Oktober 2020. Pihaknya menanyakan soal pembangunan hotel Pullman di KEK Mandalika yang terhenti.

Iklan

‘’Kemarin disampaikan itu Pullman. Pullman tetap berjalan progresnya,’’ katanya.

Berdasarkan penjelasan dari Direktur Utama ITDC, kata Hakim, ketika MotoGP Mandalika berlangsung sekitar Oktober 2021. Hotel Pullman sudah bisa dimanfaatkan kamarnya sebanyak 80 persen.

‘’Yang 20 persennya masih on progress. Jadi ketika MotoGP diselenggarakan masih bisa dipakai. Tapi sebagian masih pengerjaan. Mudah-mudahan bisa 90 persen, syukur-syukur 100 persen,’’ katanya.

Komisi VI yang membidangi masalah investasi ini meminta agar pembangunan hotel tersebut dipercepat. Bila perlu, sebelum pelaksanaan MotoGP Mandalika, pada Oktober 2021, fasilitas akomodasi tersebut sudah dapat dimanfaatkan 100 persen.

‘’Saya berharap bisa maksimal kerja ITDC. Ada potensi yang luar biasa di Mandalika. Namun dalam progresnya masih belum maksimal,’’ katanya.

Ia mengatakan persoalan ketersediaan kamar hotel untuk penonton MotoGP perlu menjadi perhatian. Pasalnya, diperkirakan ada 150 ribu tamu atau penonton yang akan hadir. Sementara, jumlah kamar hotel di NTB saat ini baru sekitar 20.000 kamar.

“Jangan sampai saat event berlangsung, tamu nginapnya di luar NTB,” katanya.

Keberadaan KEK Mandalika diharapkan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Sehingga, pihaknya juga memberikan perhatian agar keberadaan KEK Mandalika bisa menyerap tenaga kerja lokal yang banyak.

Pembangunan Hotel Pullman sebagai salah satu fasilitas pendukung gelaran MotoGP 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersendat-sendat. PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meyakinkan realisasi pembangunan hotel tersebut dapat dimulai bulan ini.

‘’Pullman jalan. Bulan ini (Oktober 2020, Red) sudah mulai kita mobilisasi lagi,’’ ujar Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan di Kantor Gubernur awal Oktober ini.

Menurutnya, tersendat-sendatnya pembangunan hotel tersebut disebabkan beberapa kendala teknis. Termasuk pengaruh pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih terjadi.

“Masuknya ini tidak gampang, mobilisasi kontraktor sama sumber daya, tapi nanti bisa dilihat. Bulan ini pasti ada yang bekerja lagi di proyek yang Pullman,” jelasnya.

Pembangunan Hotel Pullman  di KEK Mandalika dialokasikan dari anggaran National Interes Account (NIA) yang disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan besaran mencapai Rp1,2 triliun. Pengerjaan proyek tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal, terutama untuk konstruksi umum.

Managing Director ITDC, I Wayan Karioka mengatakan  pengerjaan Hotel Pullman sebelumnya ditarget selesai tender pada Juli lalu. Namun kembali tertunda akibat proses identifikasi dan verifikasi dari tim properti yang menangani pembangunan hotel tersebut dan diproyeksikan dapat mulai dikerjakan pada Agustus.

Dalam pengerjaannya, Pullman diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 250 kamar. Termasuk ruang pertemuan berkapasitas 300 orang, vila eksklusif standar bintang 5 dan residence. Pullman merupakan hotel berbintang yang dibangun atas kerja sama ITDC dengan PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), sebagai anak perusahaan PT. WIKA (Persero). Hotel tersebut terletak di Lot H4 dengan luas mencapai 27.000 meter persegi. (nas)