Komisi IX DPR RI dan BKKBN Perwakilan NTB Gelar Sosialisasi GenRe Ceria

Taliwang (Suara NTB) – KOMISI IX DPR RI bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB juga menggelar sosialisasi program Generasi Berencana (GenRe) Ceria di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa, 8 November 2016.

Program yang menyasar anak-anak remaja ini dilaksanakan di gedung Auditorium Universitas Cordova (Undova) Indonesia. Kegiatan ini dihadiri ratusan remaja usia SMP hingga mahasiswa, kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan kritisnya pertanyaan anak-anak bertanya kepada para narasumber.

Iklan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena dan Kabid BKKBN Provinsi NTB H. Jamiluddin

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena dan Kabid BKKBN Provinsi NTB H. Jamiluddin

Kabid KS/PK BKKBN Perwakilan Provinsi NTB Drs. H. Djamiluddin, MM mengatakan, GenRe Ceria ini sengaja dibuat sebagai wadah informasi kepada generasi muda terkait pentingnya perencanaan sejak dini sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. “Jadi GenRe Ceria ini penting. Karena akan banyak memberikan informasi kepada para remaja bagaimana memulai kehidupan berkeluarga secara berkualitas pada akhirnya,”  ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena

Ia menyebutkan, pemerintah saat ini tengah fokus menyiapkan para generasi muda untuk kehidupan keluarga. Berdasarkan data saat ini penduduk Indonesia didominasi usia remaja dengan jumlah sekitar 62 juta jiwa. “Kita di NTB ada sekitar 1,4 juta jiwa remaja atau 40 persen dari total penduduk kita. Jadi sangat penting menyiapkan remaja kita untuk kehidupan keluarga karena merekalah calon pencetak generasi mendatang,”  terangnya.

Para peserta yang hadir pada pelantikan pengurus PIK Remaja.

Para peserta yang hadir pada pelantikan pengurus PIK Remaja.

Sementara Wakil Ketua Komisi IX Dra. Hj. Ermalena. MHS, menekankan kepada para remaja agar menghindari menikah di usia dini. Pernikahan terlalu dini menurutnya hanya akan merugikan remaja, karena akan menutup ruang untuk meraih cita-cita. “Dan menikah itu tidak mudah. Harus siap segala sesuatunya. Mulai psikologis, biologis hingga ekonomis. Jadi kalau belum masuk umurnya hindari menikah dini,”  sarannya.

  Kuota Haji KSB 58 Orang

Untuk menghindari menikah dini, para remaja diminta untuk mawas diri. Anggota DPRD Dapil NTB ini, menyarankan, sekarang ini banyak sekali godaan bagi remaja terjerumus pada pernikahan dini. Salah satunya karena pergaulan bebas, sehingga melakukan hal-hal yang menyalahi norma agama dan etika. “Saya harap anak-anak yang di sini camkan salam GenRe itu. Yakni katakan tidak pada pernikahan dini, seks pra nikah dan katakan tidak pada narkoba,” sebutnya.

Peserta yang sebagian besar siswa bertanya pada narasumber.

Peserta yang sebagian besar siswa bertanya pada narasumber.

Selain melakukan sosialisasi, dalam kegiatan kemarin pihak panitia tak lupa membuka tanya jawab. Para peserta antusias menyampaikan pertanyaan kepada Hj. Ermalena dan pihak BKKBN Perwakilan NTB yang hadir. Para penanya pun diberikan kebebasan bertanya mengenai berbagai persoalan. Dan paling banyak para remaja ini menanyakan seputar informasi mengenai cara-cara menghindari pergaulan bebas yang mereka nilai semakin hari semakin tidak terbendung dengan dukungan teknologi.

Narasumber pada acara sosialasi GenRe Cerdas di Auditorium Universitas Cordova, Selasa (8/11).

Narasumber pada acara sosialasi GenRe Cerdas di Auditorium Universitas Cordova, Selasa (8/11).

Dalam acara kemarin juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja KSB oleh kepala Badan P3AKB KSB Muhammad Suharno. Disaksikan Hj. Ermalena para pengurus yang terdiri dari puluhan remaja ini berjanji akan menjalankan tugasnya pokoknya menyebarkan informasi dan bimbingan kepada remaja lainnya mengenai pentingnya melakukan perencanaan secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here