Komisi I Ungkap Penjualan Aset di Kota Mataram Diduga Ilegal

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) H. L. Muhammad Ismail dengan tegas menyatakan penjualan aset di Kota Mataram tahun 2011-2012 lalu diduga ilegal. Sebab mengacu keputusan DPRD nomor 10/KEP./DPRD/2010 tertanggal 17 Mei 2010 tentang persetujuan penjualan aset Lobar yang bersertifikat yang ada di Kota Mataram. Namun, faktanya, justru ada aset yang tidak bersertifikat  (di luar bersertifikat) justru dijual.

“Setahu saya dalam persetujuan itu ada 11 titik yang disetujui, kok jadi 17 titik, jadi ini kan ilegal namanya,” akunya pada Suara NTB, Selasa, 28 Februari 2017 lalu.

Iklan

Menurutnya, kejanggalan penjualan aset ini mulai sejak awal saat Pemda meminta persetujuan DPRD. Pemda mengusulkan penjualan aset di Kota Mataram dengan alasan menutupi defisit fiskal saat itu mencapai Rp 32 miliar, sehingga DPRD pun menyetujui aset tersebut dijual. Namun ia melihat pada proses penjualan aset ada gejala dan upaya untuk melakukan semacam pelanggaran untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Hal ini, katanya, justru tidak sejalan dengan niat baik Pemda menutupi defisit anggaran. Menurutnya, jumlah aset Lobar di Kota Mataram sebanyak 28 titik dengan luas 70.302 meter persegi. Aset bersertifikat yang disetujui dijual oleh DPRD sebanyak 13 titik, sedangkan 15 titik aset yang belum bersertifikat, namun beberapa titik diduga dijual, termasuk di Jalan Ciamis Nomor 11 Pagesangan Timur seluas 4 are.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno membantah jika proses pelelangan aset Lobar di Kota Mataram menyalahi prosedur. Ia menegaskan, dari segi administrasi pelelangan aset sudah lengkap. “Proses pelelangannya mengacu prosedur sesuai aturan, melalui tim appraisal,“ jelasnya.

Diakui 17 titik aset termasuk dalam neraca aset Lobar. Setelah dipindahtangankan mengacu prosedur, melalui persetujuan DPRD dan tim appraisal 17 titik aset itu pun telah dikeluarkan dari neraca aet daerah. Aset itu dikeluarkan, karena sudah berpindah tangan ke pihak lain. Saat ini, pihaknya terus melakukan penertiban aset, baik di kota maupun di Lobar. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here