Komisi ASN Pleno Ulang Putuskan Jabatan Sekda Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar pleno ulang untuk menjawab surat dari Pemda Lombok Barat (Lobar) yang dilayangkan beberapa pekan lalu. Surat Komisi ASN sebelumnya merekomendasikan 4 poin, salah satunya jabatan sekda diminta diseleksi ulang.

“Surat kami belum dijawab oleh komisi ASN. Namun kami komunikasi bahwa Komisi ASN akan melakukan pleno ulang untuk membalas surat kami,” jelas Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Senin, 17 Oktober 2016.

Iklan

Dijelaskan, pihaknya setelah mengirim surat balasan ke Komisi ASN dan sempat berkomunikasi dengan salah satu Wakil Ketua Komisioner Komite ASN. Dari hasil komunikasi yang dilakukan, mereka menyampaikan akan melakukan pleno ulang untuk menjawab klausul pertanyaan Pemda Lobar.

Bupati mengaku, inti dalam surat klarifikasinya ke Komisi ASN adalah mengklarifikasi surat Komisi ASN Nomor B-14/KASN/B/2016 tertanggal 16 Agustus 2016. Selain itu, paling krusial aturan yang dijadikan acuan dalam surat rekomendasi tersebut mengunakan PP Nomor 100 tahun 2003, sementara ada lagi PP terbaru 2013 sebagai pengganti PP Nomor 100 tersebut.

Selain itu, ujarnya, terbit lagi UU ASN, sehingga dasar acuannya sudah tak berlaku lagi. Menurutnya, dari acuan aturan ini jelasnya bisa berpotensi surat rekomendasi ini akan dianulir. Kemungkinan surat itu akan dianulir sangat besar, namun pihaknya perlu menunggu jawaban tertulis dari Komisi ASN sebagai jawaban atas klarifikasi tersebut.

Tidak hanya itu, dalam surat itu ia juga mempertanyakan kalimat yang meragukan yang ada dalam rekomendasi Komisi ASN. Di mana, apabila di kemudian hari terdapat kesalahan atau kekeliruan, maka rekomendasi ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Di samping itu, pihaknya mempertanyakan bagaimana proses dan langkah selanjutnya diambil jika posisi Sekda Lobar diseleksi ulang. (her)