Komentar Kepala Badan Ekonomi Kreatif Soal Bupati Dompu

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dinilai ganteng dan berwibawa oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI. Kegantengannya bahkan mengalahkan Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang selama ini dikaguminya.

Menurutnya, kegantengan di dunia ekonomi kreatif itu penting, karena badan ekonomi kreatif membawahi seni pertunjukan, fashion, dan semua yang berbau estetika.

Iklan

Armansyah – Muh. Amin

“Kegantengan sangat dibutuhkan. Ditambah lagi, bapak (Bupati Dompu) semakin manis dengan jagung manis dan pabrik gula yang manis,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf dalam pidatonya mewakili Wakil Presiden RI pada puncak FPT 2017, Selasa, 11 April 2017.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dan tamu undangan pun dibuat tertawa atas sanjungan Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf. Ia tidak menyangka disanjung di depan umum yang dihadiri ribuan pengunjung dari dalam dan luar daerah.

Namun Triawan Munaf mengatakan, ekonomi kreatif juga menyangkut kuliner, fashion, kriya (kerajinan), arsitektur, desain produk, desain interior, musik, pertunjukan, fotografi, TV, video, games, dan APS di HP.

Dari sektor ekonomi kreatif ini memberikan banyak PDB bagi negara dan tahun 2015 sebanyak Rp 852 triliun, tahun 2016 sebesar Rp 900 triliun. Potensi ekonomi kreatif ini cukup besar dan terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Pariwisata tidak akan bisa berhasil tanpa didukung dengan konten ekonomi kreatif,” katanya.

Potensi pariwisata gunung Tambora yang besar dengan legenda masa lalunya, juga memiliki banyak sumber daya alam lain di sekitarnya untuk bisa dikembangkan. Kopi Tambora yang memiliki rasa yang enak dan harus disajikan menjadi minuman di home stay dan penginapan di Dompu saat menyambut tamu. Bukannya dengan menyajikan minuman kopi saset. Begitu juga dengan makanan dan minuman lain yang bisa didapat dari bahan dasar lokal, harus juga disajikan di rumah makan dan penginapan.

Deputi Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI, Prof Dr Armansyah menegaskan, untuk membangun negara kedepan harus mengandalkan pada kekayaan lain yang dimiliki melalui pariwisata. Karena sumber daya alam (SDA) semakin lama semakin berkurang. Indonesia memiliki wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan manusia. Semua itu juga ada di Kabupaten Dompu dan di NTB.

“Saya berharap yang hadir saat ini, utamanya kaum muda agar menjadi kader pariwisata. Menjadi pelopor keamanan di sini, mempelopori kenyamanan, mempelopori keindahan, keramah tamahan dan lain-lain, sehingga orang yang datang ke Dompu tidak hanya sekali, tapi berkali – kali,” katanya.

Setiap kali kunjungan wisatawan di suatu daerah rata – rata pengeluarannya Rp 15 juta dan semakin banyak wisatawan mancanegara datang, maka semakin banyak akan mengeluarkan uang dan kesejahteraan akan meningkat.

“Tidak ada orang di dunia ini yang berwisata tidak beli minum, tidak beli makan, tidak beli oleh – oleh. Wisata ini mendongkrak ekonomi, membuka lapangan kerja, pendapatan meningkat, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan juga lingkungan hidup tetap terpelihara,” katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here