SUARANTB.com, Sumpah Palapa dan “Jendela” NTB untuk Dunia 

ALHAMDULILLAH, Jumat (8/7) hari ini suarantb.com diluncurkan dalam format baru. Peluncurannya bertepatan dengan tanggal peluncuran pertama Satelit Palapa, 8 Juli 1976 . Nama Satelit Palapa diambil dari “Sumpah Palapa” yang merupakan sumpah Gajah Mada ketika diangkat sebagai Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit.  Peluncuran suarantb.com yang juga dilakukan bertepatan dengan hari Jumat, diharapkan bisa mendatangkan keberkahan, tidak saja bagi suarantb.com sendiri, tetapi tentu bagi kita semua. Paling tidak, kehadiran suarantb.com bisa menjadi bagian dari ikhtiar kita semua untuk membangun Indonesia seperti semangat Gajah Mada  mempersatukan Nusantara, khususnya dalam upaya kita membangun NTB, daerah yang sama-sama sangat kita cintai.

Gagasan melahirkan suarantb.com dalam format baru adalah untuk memudahkan pembaca  mengetahui dan lebih mengenal NTB. Harapannya, suarantb.com bisa menjadi “jendela” NTB untuk dunia. Karena memang pilihan suarantb.com dalam kebijakan redaksinya memberi tempat dan porsi sangat dominan pada berita-berita lokal NTB. Bahkan bisa disebutkan, suarantb.com merupakan media online dengan konten lokal. Meskipun tidak menutup kemungkinan, suarantb.com akan menyiarkan berita-berita yang berskala nasional, bahkan mungkin internasional. Tetapi tentu syaratnya, berita-berita tersebut ada hubungannya dengan NTB.

Kuatnya komitmen Redaksi suarantb.com untuk menghadirkan media online yang berkualitas mengharuskan Redaksi suarantb.com mempersiapkan kelahirannya dengan sangat matang. Salah satu  yang dilakukan,  adalah mempersiapkan redaksi yang diharapkan tangguh mengelola Redaksi suarantb.com. Harapannya, agar  berita-berita yang dihadirkan suarantb.com merupakan berita-berita yang berkualitas dan memang penting untuk diketahui, tidak saja oleh masyarakat NTB, tetapi juga pembacanya yang berada di belahan dunia mana saja. Sehingga setiap orang yang ingin mengetahui tentang NTB, pilihannya adalah “mengklik” suarantb.com.

Sejak diputuskan untuk menghadirkan suarantb.com dengan format baru, tidak sedikit energi yang harus tersita. Terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelolanya. Apalagi manajemen redaksinya memang terpisah dengan Redaksi Suara NTB cetak. –Meski memang,  antara suarantb.com dan Suara NTB cetak ada juga hubungannya dan kerjasama dalam menyiarkan informasi dan berita-berita tertentu–. Sehingga tidak ada pilihan lain, suarantb.com harus mencari karyawan, khususnya wartawan yang akan mengisi berita di suarantb.com.

Mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan kelahiran suarantb.com format baru dilakukan dengan sangat terencana dan detail. Semua karyawan, terutama wartawan diberi pendidikan terlebih dahulu sebelum memulai melaksanakan tugas jurnalistiknya sebagai wartawan suarantb.com. Mendidik wartawan bagi suarantb.com adalah sesuatu yang penting dan utama. Harapannya, semua wartawan dan awak Redaksi suarantb.com memiliki kapasitas profesional yang memadai untuk mengelola redaksinya. Pertimbangannya, kerja-kerja jurnalistik memang harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kapasitas profesional yang memadai. Sehingga dalam menjalankan tugas jurnalistiknya selalu menjunjung tinggi UU N0 40/1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Sama dengan Koran Suara NTB atau Suara NTB cetak ketika pertama kali terbit, semua direncanakan dengan matang. Ada banyak alasan untuk tidak mencoba mempersiapkan dengan “sekadarnya”. Sebab tanggung jawab menerbitkan media tidaklah main-main. Bukan karena membangun media membutuhkan modal yang tidak kecil. Tetapi lebih dari itu, membangun media membutuhkan kamampuan profesionalisme, idealisme dan integritas. Sehingga media bisa melaksanakan fungsinya dengan benar.

Apa yang dilakukan oleh suarantb.com dan Koran Suara NTB atau Suara NTB cetak, kami sadari belumlah disebut sebagai sesuatu yang sempurna. Tetapi paling tidak, suarantb.com dan Koran Suara NTB atau Suara NTB cetak terus berikhtiar untuk belajar dan menambah ilmunya dalam mengelola media.  Harapannya, tentu agar suarantb.com dan juga Suara NTB cetak bisa diterima oleh masyarakat pembacanya.

Kami menyadari benar, untuk membangun media yang profesional kami tidak boleh merasa benar, pintar dan hebat sendiri. Karena itu, dengan segala kerendahan hati kami mohon masukan, saran dan kritik dari pembaca. Sehingga kita bisa bersama-sama membangun bangsa dan negara kita yang tercinta, khususnya membangun NTB. Termasuk membangun peradaban dunia yang maju dan damai. ***