Kolam MWP Masih Kotor

Mataram (Suara NTB) – Kualitas air di Mataram Water Park (MWP)hingga tiga hari setelah diresmikan belum baik. Pada Jumat, 23 Februari 2018, kolam masih terlihat kotor dan berwarna hijau. Hasil uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram belum dikeluarkan.

Dikes berjanji dalam tujuh hari kedepan akan mempublikasikan kualitas air di kolam renang tersebut. “Kita belum tahu hasilnya. Tunggu seminggu dulu,” kata Kadikes, dr. H. Usman Hadi, Jumat.

Iklan

Terhadap kondisi air berwarna hijau dan keluar buih, Usman enggan memberikan tanggapannya. Ia akan memberikan komentar bilamana data laboratorium telah diterima. “Nantilah kita bicara data,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Amran, M. Amin juga tidak bisa memberikan banyak komentar mengenai kondisi air yang berwarna hijau. Pihaknya menunggu secara menyeluruh hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan terkait higienisitas air tersebut.

“Tadi sudah saya berkoordinasi dengan Dikes. Kita diminta nunggu tujuh hari,” ujarnya.

Kondisi air berwarna hijau disebabkan akibat kotoran naik setelah ditaburkan obat. Kemungkinan membutuhkan waktu sepekan untuk proses penjernihan. Kepastian perubahan kondisi ini sudah dikonsultasikan ke teknisi pengelola kolam renang lainnya. Jawaban diterima sama.

Untuk pengoperasian MWP akan terus berlanjut sesuai komitmen telah disampaikan sebelumnya. Aset ini kata dia, jadi tanggungjawab sehingga tidak main – main untuk mengelola. Bahkan, Amran siap menerima konsekuensi bilamana MWP tidak beroperasi kembali. “Ini jadi program tidak main – main,” tandasnya.

Perlombaan renang tingkat SMP tertunda akibat insiden, Rabu (21/2) akan dilanjutkan. Tetapi kepastian jadwal dimulainya perlombaan tersebut belum berani dipastikan. Pihaknya masih menunggu penyelesaian sejumlah fasilitas seperti lampu dan lainnya. Informasinya rekanan akan memasang lampu sudah mengecek.

Amran menambahkan, setelah peresmian oleh Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, animo masyarakat terutama kelompok renang sangat tinggi. Mereka menawarkan diri memanfaatkan kolam ini sebagai tempat latihan.

“Mereka datang dan menawarkan diri. Tapi kami sampaikan tunggu dulu sampai airnya jernih,” tandasnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional