Kolaborasi dengan Desa Pagutan, Mahasiswa PKL Poltekkes Kemenkes Gelar Pameran Pangan dan Gizi

Kepala Desa Pagutan, Subandi (berdiri ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan mahasiswa/i prodi D IV gizi Poltekkes Kemenkes Mataram dan perangkat desa seusai acara, di Kantor Desa Pagutan Kecamatan Batukliang. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Mahasiswa semester VIII Program Studi (Prodi) Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mataram yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk bidang Program Intervensi Gizi Masyarakat (PIGM) di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng)  menggelar pameran pangan dan gizi. Kegiatan itu dilaksanakan di areal kantor desa, pada Minggu (10/3) dihadiri seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Pagutan, Subandi.

Kegiatan ini merupakan salah satu  pencapaian mata kuliah penyuluhan dan konsultasi gizi (PKG) yang merupakan bagian dari kegiatan PKL Bidang PIGM. Ketua Kelompok PKL, Dewi Astuti, menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pameran pangan dan gizi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pangan yang bergizi demi menghasilkan generasi yang sehat. “Sebagai investasi untuk membangun masa depan sehat berprestasi,” ujar Dewi.

Iklan

Panitia juga menyiapkan stand teknologi pangan, stand pengukuran antropometri, stand pemeriksaan kesehatan, stand konseling gizi, dan stand PHBS dan donor darah. Rangkaian kegiatan antara lain berupa jalan sehat dan pembagian door prize bagi pemenang undian kupon.

Sementara itu, Kepala Desa Pagutan, Subandi mengatakan pelaksanaan PKL yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Mataram di Desa Pagutan dari tanggal 12 Februari sampai dengan 14 Maret 2019 menghasilkan banyak manfaaat bagi masyarakat.

“Melalui berbagai kegiatan bidang kesehatan lingkungan yang telah dilaksanakan tentu telah memberi nilai tambah bagi masyarakat di lokasi PKL, dan tentu saja sangat berguna dalam mendorong akselerasi pembangunan di Desa Pagutan khususnya pembangunan kesehatan,” ungkap Subandi.

Subandi juga menyampaikan mahasiswa yang PKL di Desa Pagutan agar melakukan program pokok intervensi gizi, seperti melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang menyasar ibu menyusui, ibu balita, melakukan konseling gizi di puskesmas, menyelenggarakan Posyandu, menyelenggarakan penyegaran kader gizi. “Juga dapat mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pangan dan gizi sesuai potensi desa serta ikut dalam kegiatan program gizi di wilayah kerja puskesmas,” saran Subandi.

Subandi menekankan, masalah gizi ini merupakan salah satu penentu utama peningkatan SDM dalam upaya peningkatan  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Desa Pagutan. “Untuk itu diperlukan kerja sama terpadu berbagai instansi, baik pemerintah atau swasta, sekolah kesehatan untuk melakukan penanganan terkait masalah gizi,” harapnya. (r)