Kogasgabpad Kebut Pembangunan Rumah Korban Gempa

Proses pengerjaan bangunan tahan gempa untuk korban bencana. (Suara NTB/ist_kogasgabpad)

Mataram (Suara NTB) – Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) berusaha mempercepat penyelesaian pembangunan hunian masyarakat terdampak gempa. Salah satunya dengan membentuk posko tiap desa, untuk mengawasi setiap perkembangan pembangunan rumah tahan gempa. Sementara di sisi lain, pembangunan terus dikebut.

Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB Kol. Inf Farid Makruf, MA mengatakan, telah dilakukan  rapat koordinasi bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk mempercepat pembangunan rumah bagi korban gempa.

Iklan

Adapun hasil rakor tadi lanjutnya, agar segera membentuk Posko di setiap desa sebagai pusat informasi tentang pembangunan rumah pasca gempa yang diisi dari PUPR dan Babinsa.

‘’Sekarang sudah musim hujan, mereka akan kami usahakan untuk segera dibangunkan rumah agar bisa hidup lebih nyaman. Untuk itu, kita bangun posko tiap desa untuk memantau perkembangannya,’’ jelas mantan Danrem 162/WB ini kepada Suara NTB, Rabu, 28 November 2018.

Tugas pokso berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, khususnya Pokmas yang dibentuk untuk percepatan pembangunan rumah jenis Risha, Rika dan Riko.  Setiap perkembangannya dilaporkan ke Satgas.

‘’Pemda KLU segera membuat daftar list harga bahan bangunan untuk dijadikan pedoman bagi pengusaha penyedia barang dalam rangka mempercepat pembangunan dan fasilisator segera bergerak dan bekerja secara masif di lapangan,’’ tegasnya.

‘’Semoga kinerja kita dengan tulus ikhlas ini membuahkan hasil yang maksimal untuk warga terdampak gempa,’’ harapnya.

Berdasarkan update pembangunan rumah terdampak, dari total rumah rusak 149.715 unit, sebagian besar sudah dibangun. Total rumah telah dibongkar sebanyak 74.092 unit.

‘’Sedangkan total rumah siap dibangun kembali

67,803 unit rumah telah diselesaikan oleh Sektor I, Sektor II, Sektor III dan Sektor IV,” kata Farid Makruf.

  Lama Terjebak Karena Pandemi, Sejumlah WNA di NTB Kehabisan Biaya Hidup

Dari pemantauan progres pembangunan tipe rumah tahan gempa, kemajuannya belum signifikan. Hanya belasan unit sudah terbangun dari ribuan peminat. Rinciannya, untuk rumah tahan gempa, rumah Risha sudah  jadi 11 unit progres dengan progress 0,27  persen dari minat 4.110 KK.

Sedang dibangun 1.113 unit progres 27,08 persen  dari minat 4.110 KK. “Kegiatan  saat ini pembangunan proses pemasangan spandek untuk atap dan penggalian tanah untuk pondasi,’’ jelasnya.

Sedangkan untuk rumah konvensional sudah jadi 2 unit progres  0,06  persen dari minat 3.290 KK.   Sedang dibangun 461 unit progress 14,01 persen dari minat 3.290 KK.

Selanjutnya, untuk rumah kayu, baru  jadi 4 unit progres  0,13  persen  dari minat 2.900 KK.  Sedang dibangun 138 unit progres 4,75  persen dari minat 2.900 KK. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here