Kodim Dompu Bantah Ada Baku Tembak di Bank BNI

Dompu (Suara NTB) – Danunit Inteldim Dompu, Lettu Kav. M. Kasim membatah adanya baku tembak antara polisi dan TNI di halaman Bank BNI, Jumat, 13 Oktober 2017 lalu.

Tembakan yang dikeluarkan semata-mata untuk membubarkan massa yang hendak menggerayangi dua anggota polisi yang tengah bertugas di bank tersebut. Terlebih bentuk antisipasi akan terjadinya pengrusakan aset negara itu.

Iklan

“Kejadian di BNI tidak ada kaitannya antara anggota satlatas dengan TNI. Kenapa sampai demikian? Analisa saya ada pihak ketiga yang sengaja memprovokasi memanasi situasi,” ungkap dia saat konfrensi pers di Makodim 1614/Dompu, Minggu, 14 Oktober 2017.

Mendengar informasi akan adanya aksi pengeroyokan itu pihaknya langsung ke TKP untuk memastikan, dan benar adanya bahwa ada rencana pengeroyokan dan terjadi pergerakan massa ke arah Bank BNI. Mereka informasinya kesal mengetahui kasus dugaan pengeroyokan anggota TNI oleh anggota Satlantas Polres Dompu.

“Begitu saya lihat memang begitu adanya, saya bersama perwira piket pada saat itu Letnan Ibrahim langsung amankan polisi yang dua orang itu, karena saya tidak mau ada korban,” jelasnya.

Hanya saja melihat situasinya terus memanas pihaknya langsung mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan masyarakat. Jika tidak, dipastikan pihaknya fasilitas bank akan rusak terlebih pelayanan masyarakat akan lumpuh.

Upaya menahan pergerakan masyarakat ini pun sudah disampaikan sebelumnya secara lisan, namun mereka tetap bersikukuh mendekat, mengumpat dan mengeluarkan bahasa pengancaman ingin membunuh dua anggota polisi yang diamankan TNI.

“Saya tidak ada niat lain hanya menyelamatkan anggota polisi yang dua ini sama aset negara BNI yang sudah dikepung,” ujarnya.

Kasim menambahkan, kasus dugaan pengeroyokan anggota TNI oleh anggota Satlantas tersebut saat ini sudah berujung damai, kedua belah pihak telah sepakati untuk tidak membesarkan persoalan ini. Karena kasus ini murni kesalahpahaman. (jun)