Kodim 1614/Dompu Hentikan Pemasangan Pipa Induk PDAM

Ali Cahyono. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kodim 1614/Dompu, akhirnya menghentikan sementara program karya bhakti pemasangan pipa induk PDAM di Desa Oo. Langkah itu diambil untuk merespon aksi penolakan warga beberapa waktu lalu. Kendati cukup menghambat, proyek senilai Rp14 miliar ini diyakinkan tetap tuntas pelaksanaannya.

Demikian tegas Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI. Ali Cahyono, S. Kom., ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu. “Sementara kita hentikan dulu sambil laksanakan pendekatan, nanti pihak PU juga akan berkoordinasi lagi. Tapi namanya sudah program pemerintah harus terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Upaya pendekatan terhadap warga, diakuinya sudah seringkali dilakukan. Baik oleh kontraktor pelaksana awal yang akhirnya angkat tangan maupun jajaran aparat penegak hukum. Namun demikian, warga tetap saja menolak dengan alasan khawatir debit mata air untuk lahan pertanian berkurang.

Terkait batas waktu penghentian sementara, Dandim belum bisa memastikan. Pihaknya memilih menunggu hasil koordinasi lanjutan dari Dinas PU dan DPRD Dompu. Sementara jajarannya akan terus medekati masyarakat agar bisa menerima kehadiran proyek ini demi teratasinya persoalan air bersih di wilayah kota. “Nanti kita tunggu dari PU, karena mereka yang berkoordinasi dengan dewan. Prinsipnya, kita akan mencoba memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, dalam pelaksanaan proyek senilai Rp14 miliar ini, warga sudah beberapa kali melakukan aksi penolakan sejak tahun 2019 kemarin. Bahkan mereka sampai menggiring persoalan tersebut ke legislatif untuk mencari jalan terbaik, termasuk menghindari kontak fisik dengan aparat TNI selaku pelaksana.

Sikap tegas mereka yakni menghentikan total pengerjaan proyek, selain karena mengancam kebarlangsuang area pertanian, ini imbas dari kebohongan yang diduga dilakukan pemerintah dalam beberapa kali proyek pemasangan pipa PDAM di wilayah tersebut. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here