KM. Kirana VII Surabaya-Lembar (PP) Sajikan Tujuh Pesona Pemandangan

0

Mataram (suarantb.com) – Kapal Motor (KM) jenis Roro (roll-on/roll-off) Kirana VII sudah resmi beroperasi, mengisi rute ruang laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menuju Lembar, Lombok Barat (PP). Melayani penumpang orang dan barang.
Kirana VII adalah kapal baru milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU). Pada 6 Januari 2022, sandar perdana di Pelabuhan Nusantara milik Pelindo III di Lembar.

Menyeberang antar pulau dengan Kirana VII tidak sekedar menyeberang biasa.Dari rute yang dilalui, selama sekitar 20 jam dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Lembar, atau sebaliknya, setidaknya ada tujuh pemandangan mempesona yang memanjakan mata dan perasaan penumpangnya.

IKLAN

Menuju Lombok dari Tanjung Perak misalnya, kapal ini menyusuri tepian pantai. Penumpang bisa menyaksikan Patung Jalesveva Jayamahe. Yaitu patung monumen kebanggaan TNI Angkatan Laut di Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir kota Surabaya.

Yang kedua, yang cukup monumental juga adalah pemandangan Jembatan Suramadu. Jembatan Penghubung Surabaya dan Madura sepanjang 5,4 Km di Selat Madura. Penumpang akan leluasa menyaksikan Jemabatan Suramadu dari berbagai sisi. Momen berlayar dengan Kirana VII ini juga bisa dimanfaatkan untuk berswafoto berlatar jembatan yang diresmikan oleh Presiden SBY ini.

Kemudian pemadangan selanjutnya adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang bisa dilihat dari dek kapal. PLTU yang berdiri diatas lahan seluas 400 hektar ini menjadi pembangkit listrik yang sangat strategis bagi Pulau Jawa. Usianya sudah seperempat abad lebih.

Lalu ada juga pemandangan eksotis yang bisa dijumpai dalam perjalanan menuju Lembar. Yaitu gerombolan hiu Tutul di Pantai Pasir Putih. Penumpang KM Kirana VII juga akan sangat leluasa menikmati keberadaan predator laut ini dari lambung kapal.

Selanjutnya pemandangan Gunung Baluran / Ijen (2.443 mdpl). Gunung berapi aktif yang terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Gunung ini menyimpan pesona tak biasa yang bikin orang-orang datang dari jauh untuk melihatnya.

Memasuki perairan Bali, lumba lumba di Pantai Lovina Singaraja akan menyambut kapal ini. Daya tarik utama dari pantai Lovina bukan pada pantainya, melainkan pada aktivitas melihat lumba-lumba di tengah laut.Kawasan objek wisata Lovina sangat terkenal dengan pertunjukan lumba – lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina sangat di sukai wisatawan. Karena perairan laut yang relatif tenang, sehingga dapat di lewati dengan nyaman. Momen lumba luma beratraksi ini juga akan menjadi hiburan. Maka penumpang benar-benar merasakan sensasi berwisata dari lambung kapal.

Terakhir sebelum sampai ke Pelabuhan Lembar, ada pemandangan Gunung Agung. gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. Terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali. Gunung ini juga bisa dijadikan latar berswafoto dari atas Kirana VII saat berlayar.

Pemandangan-pemandangan tidak biasa selama menyeberang ini akan menjadi kesan tersendiri bagi siapapun yang menyeberang dari Surabaya-Lombok, atau sebaliknya, Lombok Surabaya. Refrensi penumpang akan makin lengkap, dengan penjelasan dari balik kemudi tentang spot-spot pemandangan yang dilalui.

Kirana VII secara fasilitas terbilang cukup lengkap, bak kapal wisata. Fasilitas hiburan akan membuat penumpang betah selama perjalanan. Tempat tidur yang nyaman dan gratis bagi penumpang. Tempat nongkrong diatas kapal bak tongkrongan menarik didaratan.

Ada juga fasilitas beribadah yang sejuk mewah. Begitu juga toiletnya, didesain seperti toilet hotel. Jangan tanyakan fasilitas belanja. Sudah disiapkan pilihan belanja yang relative lengkap untuk kebutuhan cemilan dan makan selama perjalanan. Kapal ini juga menyiapkan makanan dengan menu khas lokal. Misalnya rawon, telur asin, bakso, dan sambal ikan. Kapal Kirana VII mampu mengangkut 500 penumpang orang, dan 24 kendaraan barang, hingga alat alat berat.

KM. Kirana VII berangkat dari Lembar di setiap tanggal genap, sejak Januari 2022. Dari Surabaya berangkat setiap tanggal ganjil. Perkiraan kapal sandar di Lembar pukul 13.00 WITA dan berangkat kembali Pukul 16.00 WITA.

Beberapa penumpang menyampaikan kesan usai berlayar dengan kapal ini. mereka mengaku takjub selama, karena disuguhkan pemandangan yang tidak biasa. Tentu ditambah dengan pelayanan dari awak kapal, serta fasilitas yang mereka dapatkan.
Surahman misalnya, sopir truk yang sudah 21 tahun hilir mudik Bima, Lombok, Bali, Surabaya (PP) untuk mengangkut komoditas. Pertama menaiki KM Kirana VII, Surahman menyebut sangat nyaman dengan fasilitas kapal. Tarifnya juga kompetitif. Dibawah Rp2,5 juta. Dan cukup hanya sekali berlayar dari Lombok ke Surabaya atau sebaliknya.
“Waktu penyeberangan lebih pendek. Cukup hanya sekali menyeberang. Walaupun perjalanan 20 jam, bisa dinikmati,” demikian Surahman.

Asri Mardini juga menyampaikan kesan tak jaug beda, ia bersama rombongan keluarganya datang ke Lombok dengan Kirana VII. Fasilitas tempat tidur yang nyaman, serta kursi-kursi bak kursi pesawat membuatnya merasa sangat nyaman dan menikmati perjalanannya. Ia dan keluarga tak melewati suguhan pemandangan di tujuh spot yang dilalui KM Kirana VII.
“Harganya juga terjangkau. Rp150.000 ribu perorang,” demikian Asri.

Untuk pemesanan tiket penyeberangan KM. Kirana VII, dapat menghubungi WA : +6287864155557, dan HP : 082223637252. Atau menggunakan reservasi online melalui aplikasi DLU FERRY (Dapat diinstal di HP Android di Play Store) atau website tiket.dlu.co.id. Atau juga datang langsung ke loket di Kantor Cabang PT. Dharma Lautan Utama Cabang Lembar, Jl. Raya Pelabuhan No. 99, Lembar, Lombok Barat, NTB.(bul)