KLU Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kritis

Penanaman pohon mangrove di Pantai Dusun Lempenge, KLU, Kamis, 25 Juni 2020. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir pantai dusun Lempenge, Desa Rempek, kecamatan Gangga. Aktivitas itu dilakukan untuk menghijaukan areal sekitar, disamping sebagai wujud Dinas LH menyambut HUT KLU ke 12, 21 Juli mendatang.

“Penghijauan dengan menanam mangrove ini juga menyambut Hari Lingkungan Sedunia. Kita isi dengan kegiatan penanaman di pesisir pantai,” ungkap Kepala Dinas LH, H.M. Zaldy Rahardian, ST, Kamis, 25 Juni 2020. Penanaman bakau ini sudah direncanakan sebelum pandemi Covid. Penanaman diundur karena pemerintah membatasi aktivitas dengan standar Covid.

Iklan

Selama proses penanaman di kawasan pesisir Lempenge, Dinas dibantu oleh masyarakat dusun setempat. Pemerintah desa, kecamatan dan aparat TNI Polri juga turun membantu. Selain Pesisir Lempenge, ada 17 titik lain yang ditanami dari alokasi 1.000 bibit tersebut. Penanaman dilakukan di kawasan pantai yang dianggap kawasan kritis akibat adanya abrasi setiap tahun. “Mangrove ini kita maksudkan untuk mengurangi abrasi saat air pasang, dan menjaga kawasan pesisir,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Anas Gaib, mengaku terdapat puluhan hektar lahan pesisir yang kritis. Seluruhnya butuh penanganan responsif. “Kita perlu sekitar ratusan ribu bibit untuk itu. Karena ada beberapa titik yang rawan, termasuk pantai Tebing dan muara koloh (sungai) Penggolong,” imbuhnya. (ari)