KLU Kekurangan Guru PNS 500-an Orang

Tanjung (Suara NTB) – Di tengah misi menggiatkan kembali Khittah Pendidikan, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) rupanya masih dihadapkan pada kekurangan jumlah guru. Khusus guru berstatus PNS, defisit yang dialami daerah yang berusia 8 tahun jalan ini mencapai 500-an orang.

“Memang guru PNS kurang, di SD saja kekurangannya mencapai 400an orang, dan SMP kurangnya 100-an orang guru per mata pelajaran. Untuk SMA datanya di provinsi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU, Drs. Suhrawardi, M.Pd., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 16 Maret 2017.

Iklan

Kadis Dikpora menjelaskan, dalam rakor tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Bali yang dihadiri Irjen Guru Kemendiknas, kekurangan jumlah guru menjadi pokok bahasan seluruh kabupaten yang hadir. Daerah kerap tidak bisa berbuat banyak menyikapi kekurangan guru PNS sebab rekrutmennya berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Jumlah PNS guru kita sangat terbatas, karena beraturan dengan aturan negara. Sekarang pun, rekrutmen tenaga untuk guru masih dimoratorium,” sambungnya.

Sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah terhadap kekurangan guru PNS, Suhrawardi mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru non PNS. Bahwa, menurut definisinya, pendidik adalah tenaga pendidik, pengajar di kelas. Tidak dipandang apakah berstatus GTT (Guru Tidak Tetap), guru Yayasan dan sebagainya, yang jelas profesinya guru dan mengajar di kelas.

Program peningkatan kapasitas ini sendiri sudah mulai dilakukan, dengan manggandeng Pusat Pengembangan Pendidik. Dalam orientasinya, para guru ditingkatkan pemahaman akan pembelajaran, dan teknik pembelajaran rata-rata pada uji kompetensi dapodik.

“Untuk tahun ini, program peningkatan kapasitas dan kemampuan guru menyasar 800 orang. Secara bertahap akan dilakukan kepada guru-guru non PNS yang lain sehingga kemampuan seluruh guru standar,” demikian Suhrawardi. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here