KLU Kekurangan 400 Lembar Ijazah

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih kekurangan sekitar 400 lembar ijazah untuk pengganti ijazah siswa SMA/SMK yang bermasalah. Namun setidaknya, pihaknya sudah mengantongi sekitar 200 lembar ijazah yang siap diproses.

Kepada wartawan, Senin, 5 September 2016, Kepala Dinas Dikbudpora KLU, Drs. Suhrawardi, M.Pd., mengatakan pihaknya sedang memproses ijazah SMA/SMK. Sebanyak 200 lembar ijazah yang tersedia akan ditandatangani oleh kepala sekolah lama alias penyelenggara Ujian Nasional.

“Kita sudah mendapatkan ijazah pengganti dari provinsi sebanyak 200 lembar. Seluruhnya ijazah yang sudah dikeluarkan dan tidak bisa digunakan sebanyak 600 lembar, berarti masih ada kekurangan 400 lembar ijazah,” katanya.

Suhrawardi mengklaim, telah melakukan komunikasi dengan para kepala sekolah penyelenggara UN agar membubuhkan tanda tangan. Sejauh ini, tidak ada masalah sehingga bisa dipastikan ijazah bisa ditandatangani oleh kepala sekolah lama.

Ia juga memastikan, sepanjang proses penandatanganan ijazah berlangsung lancar, maka ijazah tersebut bisa langsung didistribusikan kepada siswa yang lulus untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Orang tua atau wali murid diminta untuk tidak khawatir perihal legalitas ijazah pengganti ini, karena telah ditandatangani oleh penyelenggara ujian nasional.

“Berapapun yang selesai progresnya, akan langsung dibagikan ke siswa yang lulus. Yang belum dikeluarkan juga masih banyak, itu belum ditulis nama kepala sekolahnya dan belum ditandatangani,” sambungnya.

Dikbudpora KLU kata dia, akan memastikan tambahan 400 eksemplar ijazah lagi untuk menutup kekurangan khususnya pada siswa SMK. Ia menargetkan pekan ini defisit ijasah tersebut akan tertanggulangi.

Menyoal blanko ijazah yang rencananya akan diambil ke Kudus (Jawa Tengah), ditegaskan tidak ada masalah. Sebab, sisa blanko sebelumnya dianggap masih mencukupi. “Jumlah peserta ribuan, sementara ijazah yang dipakai dan tak diperlukan kemarin sekitar 600. Artinya masih ada sisa dari ijazah yang belum ditandatanganni. Tetapi blanko yang di Kudus tetap kita ambil,” demikian Suhrawardi. (ari)