KLU Diminta Tetap Waspadai Pelaku Perjalanan

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi satu-satunya daerah di NTB yang tidak ada kasus aktif Covid-19 di NTB. Sedangkan kabupaten/kota lainnya masih memiliki kasus aktif antara 10 orang bahkan sampai 165 orang seperti di Kabupaten Bima.

Meskipun sudah zero kasus aktif Covid-19, namun Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., mengingatkan KLU tetap waspada. Karena KLU merupakan daerah tujuan wisata, baik wisatawan domestik dan mancanegara.

KLU harus waspada terhadap para pelaku perjalanan. Karena pelaku perjalanan berisiko menambah kasus Covid-19, seperti yang terjadi di Pulau Sumbawa, seperti Bima dan Kota Bima.

“Kita harus waspada, karena Lombok Utara itu daerah wisata. Dan perlu diingat, kita sudah mulai ada tren pelaku perjalanan yang membawa (terkonfirmasi positif Covid-19),” kata Eka dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 27 November 2020.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat jumlah pelaku perjalanan yang masih karantina sebanyak 4.511 orang. Paling banyak di Dompu 3.806 orang, Sumbawa Barat 584 orang, Kabupaten Bima 50 orang, Lombok Timur 49 orang, Lombok Tengah 10 orang, Lombok Barat 6 orang dan Kota Mataram 3 orang.

Menurut Eka, Pemda kabupaten/kota perlu mewaspadai pelaku perjalanan supaya tak terjadi penambahan kasus positif. Bagi pelaku perjalanan harus melakukan karantina dan tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Contoh, Yogyakarta, habis liburan lima hari sekarang langsung zona merah.  Artinya, yang datang tak sadar dirinya membawa virus, yang ada di sana mungkin tak patuh protokol. Sehingga terkena. Karena pelaku perjalanan itu orang tanpa gejala,” terangnya.

Di KLU, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 130 orang. Dengan rincian, 125 pasien sudah sembuh dan 5 meninggal dunia. Sementara itu, jumlah kasus aktif Covid-19 di sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB masih cukup banyak.

Seperti Kabupaten Bima 165 orang, Kota Bima 154 orang, Sumbawa 96 orang, Kota Mataram 46 orang, Dompu 24 orang. Kemudian Lombok Timur 21 orang, Sumbawa Barat 14 orang, Lombok Barat 13 orang, dan Lombok Tengah 10 orang. Sedangkan kasus aktif warga negara asing di NTB sebanyak satu orang dan warga luar provinsi sebanyak 39 orang.

Dari sisi fasilitas mesin PCR, Eka mengatakan di Pulau Lombok hampir semua kabupaten/kota sudah punya. Bahkan, katanya, sekarang Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram sudah punya mesin PCR.

Sekarang yang sedang diurus izinnya adalah untuk RSUD Praya Lombok Tengah. Sedangkan untuk Kota Bima, Pemda masih menunggu dari BNPB. Eka menjelaskan usulan bantuan mesin PCR untuk Kota Bima sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu, tepatnya bulan Agustus.

“Kita sedang perjuangkan. Itu sebetulnya sudah kita perjuangkan sejak Agustus, minta ke BNPB. Kemarin bu Wagub minta khusus untuk Kota Bima. Karena yang lain sudah dapat. Kita berharap segera datang,” katanya. (nas)